Sejumlah Ormas Islam Gelar Unjuk Rasa di Kedubes Prancis, Kecam Pernyataan Presiden Macron
Sejumlah massa melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Kedutaan Besar (Kedubes) Prancis, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2020).
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Massa berdemo untuk memprotes sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap menghina Islam.
Sejumlah massa melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Kedutaan Besar Prancis, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2020).
Seperti diketahui, sejumlah insiden berdarah terjadi dalam dua bulan terakhir di Perancis, menyusul kritik keras umat Islam atas karikatur Nabi Muhammad yang dicetak ulang oleh majalah satire Perancis.
Baca juga: Sudah 775 Orang di Sarolangun Uji Swab, Rapid Test 16.000 Sampel
Baca juga: Kabar Bebizie, Janda Kaya yang Ngebet Jadi Istri Menhan Prabowo Subianto, Ini Penampakan Rumahnya
Baca juga: Wanita Ini Kerap Menculik Pria, Membiusnya Lalu Dirudapaksa, Begini Pengakuan Korban
Beberapa pernyataan kontroversi Presiden Prancis Emmanuel Macron menjadi perbincangan publik.
Dinilai pernyataan Emmanuel Macron menghina agama Islam, menyudutkan ummat Islam dan Nabi Muhammad SAW.
Lalu, seperti apa pernyataan kontroversial Emmanuel Macron tersebut hingga membuat penduduk penganut agama Islam murka?
Sebelumnya, Macron mengatakan tak akan melarang pencetakan karikatur Nabi Muhammad SAW, yang sempat menimbulkan kontroversi, Kamis (22/10/2020).
Baca juga: Buruan Daftar! Kartu Prakerja Gelombang 11, Kuota Hampir 400.000
Menurut Emmanuel Macron hal itu merupakan bagian dari kebebasan dalam berekspresi.
Tak ayal pernyataan itu menimbulkan kemarahan di dunia Islam dan juga banyak warga Arab.
Pasalnya, gambar Nabi Muhammad SAW merupakan sesuatu yang dilarang keras di agama Islam.
Selain itu, Emmanuel Macron juga menyebut Islam teroris, setelah adanya pemenggalan seorang guru sejarah di Paris.
Guru bernama Samuel Paty itu dipenggal beberapa hari setelah diskusikan dan perlihatkan gambar yang disebut sebagai Nabi Muhammad SAW.
Sang presiden berkata guru itu, Samuel Paty, "dibunuh karena para Islamis menginginkan masa depan kami", tetapi Prancis "tidak akan menyerahkan kartun kami".
Penggambaran Nabi Muhammad dapat sangat menyinggung bagi umat Islam karena tradisi Islam secara eksplisit melarang gambar Muhammad dan Allah.