Berita Nasional

Indonesia Terancam? ICMI Sebut Kunjungan Petinggi Negara ke Indonesia Berkaitan dengan Perang Dunia

Jimly mengemukakan hal itu saat menanggapi kunjungan petinggi sejumlah negara ke Indonesia dalam waktu hampir bersamaan.

KOMPAS.com/DOK TNI
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan | (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Yudo Morgono menggelar apel pasukan intensitas operasi rutin TNI dalam pengamanan laut Natuna di pelabuhan Selat Lampa, Ranai Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pasukan yang terlibat yakni sekitar 600 personil dengan jumlah KRI yang ada sebanyak lima unit kapal 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Beberapa waktu lalu, Indonesia mendapat kunjungan orang-orang penting dari berbagai negara besar, seperti Amerika hingga Jepang.

Walau dikabarkan kedatangan orang-orang penting itu ke Indonesia untuk silahturahmi dan perkuat ikatan bisnis antar negara. 

Namun, berbeda pendapat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). 

Menurut Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie, kunjungan para petinggi sejumlah negara ke Indonesia beberapa waktu belakangan ada kaitannya dengan potensi terjadinya perang dunia ketiga.

Ia pun mengingatkan bahwa saat ini Indonesia pun tak lepas dari ancaman perang dunia ketiga.

Menlu AS Mike Pompeo (kiri) dan Menlu RI Retno Marsudi (kanan), Kamis (29/10/2020).
Menlu AS Mike Pompeo (kiri) dan Menlu RI Retno Marsudi (kanan), Kamis (29/10/2020). (Dok. Kementerian Luar Negeri RI)

Baca juga: Indonesia Satu-satunya di Asia yang Dapat GSP dari Amerika Serikat Tanpa Dipotong

Baca juga: Sinopsis Empire State di Bioskop Trans TV, Kisah Nyata Perampokan Terbesar di Amerika Serikat

Baca juga: Bertemu Menlu Amerika, Gus Yaqut Tegaskan Islam Bukan Agama yang Indentik Kekerasan dan Teror

"Greater depression dari depresi tahun 1930-an yang mana saat itu terjadi antara Perang Dunia I dan Perang Dunia II," ujar Jimly dalam diskusi daring bertajuk "Setelah Suga dan Pompeo Bertandang", Sabtu (31/10/2020).

Jimly mengemukakan hal itu saat menanggapi kunjungan petinggi sejumlah negara ke Indonesia dalam waktu hampir bersamaan.

Beberapa di antaranya adalah kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo dan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga.

Menurut Jimly, saat ini masih banyak orang yang berpikir bahwa tidak mungkin akan terjadi perang dunia ketiga. Namun, dia mengingatkan ada gejala-gejala yang tidak bisa dipandang remeh.

"Kemungkinan perang itu tetap saja ada. Karena kalau tidak perang sekarang, ekonomi Barat terancam. The new rulers of the world akan muncul, yakni China."

"Oleh karenanya, ya harus perang sekarang," ungkap Jimly. "Jadi kita tetap perlu antisipasi kemungkinan perang ini."

"Apalagi medan tempurnya itu bukan di wilayah yang dekat Amerika. Tapi di Laut Cina Selatan," lanjut dia.

Baca juga: Sekda Sarolangun Sidak ke Tiga OPD, Ada yang Tidak Masuk Tanpa Izin, Setelah Libur Panjang

Baca juga: Lesty Tak Kuasa Menahan Tangis Nyanyikan Lagu Terlena, Rizky Billar : Aku Ingin Menikah Tahun Depan

Baca juga: LINK BACA Manga Boruto Chapter 52, Spoiler Bocor, Nanadaime Hokage Bertarung Hebat Lawan Isshiki

Bersamaan dengan itu, kata Jimly, letupan-letupan konflik di sejumlah negara sudah terjadi.

Dia mencontohkan, konflik wilayah Sabah antara Malaysia dengan Filipina, lalu perang antara Armenenia dan Azerbaijan, konflik antara India dengan China.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved