Semangat Pahlawan, Forum Pemuda Peduli Kuamang akan Konsolidasi Akbar, Ini Agendanya
Semangat hari Pahlawan dimanfaatkan Pemuda Peduli Kuamang dalam menyampaikan keluhan buruknya pelayanan PLN.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Rahimin
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Darwin Sijabat
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Semangat hari Pahlawan dimanfaatkan Pemuda Peduli Kuamang dalam menyampaikan keluhan buruknya pelayanan PLN.
Peringatan hari Pahlawan pada 10 November mendatang disemangati dengan mengajak pemuda, mahasiswa dan pelajar dalam berkonsolidasi akbar.
Bukan tanpa tujuan, Ades Kariyadi, selaku Presidium I Forum Pemuda Peduli Kuamang menyampaikan kegiatan itu untuk menentukan poin tuntutan dalam permasalahan yang terjadi di Kuamang, khususnya terkait listrik.
Baca juga: Listrik Sering Padam Hingga Lima Jam, Warga Kuamang Ngadu ke DPRD dan Pemkab, Tapi Belum Ditanggapi
Baca juga: Chord Kunci Gitar dan Lirik Lagu Samsons - Kisah tak Sempurna, Maafkan Aku Tak Sempurna tuk Dirimu
Baca juga: Pemprov Jambi Bakal Salurkan Lagi Bantuan JPS Tiga Bulan ke Depan, Pjs Gubernur Bilang Ini
Undangan itu secara terbuka disampaikannya dengan tema "Semangat Pahlawan dalam Mengentaskan Permasalahan Buruknya Pelayanan PLN".
Agenda itu akan diselenggarakan pada Selasa (3/11/2020), pukul 16.30 WIB yang bertempat di Trotoar Jalur Dua Pasar SPA, Kuamang.

Adapun agendanya yakni, pertama membahas point puntutan. Kedua, mengenang para Pahlawan dengan menyanyikan lagu Gugur Bunga.
Ketiga, tabur bunga di jalur dua sebagai simbol matinya suara wakil rakyat. Dan keempat, menunggu Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bungo.
Baca juga: Pemprov Jambi Bakal Salurkan Lagi Bantuan JPS Tiga Bulan ke Depan, Pjs Gubernur Bilang Ini
Baca juga: Guru Yang Tinggal di Jambi Harus Rapid Test Jika Urus Sertifikasi di Tanjab Timur
Baca juga: Ini Bentuk Warisan Sule Untuk Anak-anaknya
Ades Kariyadi menegaskan, perjuangannya tersebut tidak ada unsur politik. Sebab saat ini Kabupaten Bungo tengah mengikuti Pilkada serentak 2020.
Oleh karena itu dia meminta agar oknum oknum tidak mengambil keuntungan dibalik perjuangan atau memanfaatkannya sebagai jualan politik. Sebab suara yang disampaikannya mewakili masyarakat bawah.
“Saya tegaskan, jangan kaitkan pergerakan kami ini ke ranah politik, karena statement sayo dak ado unsur pesta demokrasi, ini asli suara masyarakat bawah,” tegasnya.