Campus Zone
Pendidikan Fisika Unja Bakal Gelar Workshop Pengaplikasian Isi Proposal Pemenang Lomba PHP2D
Dari semua yang mengikuti perlombaan PHP2D ada 15 tim yang berhasil lolos dan tim ini 1 tim ada 10 orang dan ada dosen pembimbing.
Penulis: Ade Setyawati | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Jurusan Pendidikan Fisika Universitas Jambi (Unja) akan mengadakan workshop di Desa Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, yang termasuk dalam pemenang lomba Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D).
Dari semua yang mengikuti perlombaan PHP2D ada 15 tim yang berhasil lolos dan tim ini 1 tim ada 10 orang dan ada dosen pembimbing.
Tim yang telah lolos dan mendapatkan pendanaan desa ada 15 tim,1 tim terdiri dari 10 orang dan dosen pembimbing, selanjutnya akan mengaplikasikan proposal dengan workshop di desa yang bersangkutan.
Workshop yang diadakan akan berisi mengenai Covid-19, pelatihan pembuatan poster, da
Baca juga: Gegara Presiden Macron Dunia Gaduh, Kini Khabib Kecam Presiden Prancis Itu dengan Kutip Ayat Ini
Baca juga: Download Lagu MP3 Kumpulan Lagu Batak Terpopuler 2020, Cinta Hian, Holong Naso Tartuhor, Dll
Baca juga: Obat Panu dan Jamur Kulit Gunakan 3 Bahan yang Ada di Sekitar Kita
"Kita menang perlombaan PHP2D, dengan judul proposal peran teknologi dalam pencegahan Covid-19 di desa Sungai Gelam kabupaten Muaro Jambi, dan kita akan mengadakan workshop di sana dengan menerapkan proposal tersebut, pendanaan yang di biayai maksimal 30 juta dan dikeluarkan sesuai kebutuhan," jelas Sri Wahyuni Pendidikan Fisika selaku ketua tim.
Sasaran dari kegiatan ini ialah pemuda desa yang diharapkan melalui pelatihan dan bimbingan dari kami pemuda desa dapat membantu warga setempat untuk menambah pengetahuan mengenai Covid-19.
Jadi pelatihan poster dan juga pembuatan aplikasi android ini semuanya akan bermuat informasi sehingga semua masyarakat sungai gelam dapat mendapatkan informasi dengan lebih mudah.
"Kami memilih desa Sungai Gelam, karena di desa Sungai Gelam sudah terdapat 1 orang yang positif covid-19 sehingga mengingat hal tersebut membuat kami memilih desa ini sebagai desa binaan sekaligus membantu mereka memutus mata rantai penyebaran covid 19," tambahnya.
Selain itu dalam program ini mereka juga akan membantu alat cuci tangan otomatis yang sudah buat dan akan didemonstrasikan kepada masyarakat bagaimana cara pembuatannya.
"Nanti kami akan mengadakan pelatihan pembuatan poster dan akan di sebar ke seluruh desa, kemudian pembuatan aplikasi Android yang akan memuat informasi dan yang terkahir juga akan membantu alat cuci tangan di desa tersebut," tutupnya.
Ia juga mengatakan, karena perkembangan teknologi kian hari semakin pesat, harapannya dengan memanfaatkan teknologi bisa saling membantu dalam hal informasi.
"Sehingga dapat saling merangkul dalam memutus mata rantai penyebaran wabah ini," tutupnya.