Sejarah Pulau Komodo 1910 Hingga Viral Komodo Hadang Truk Proyek Jurrasic Park
Viral sebuah foto seekor komodo menghadang truk proyek geopark Jurrasick Park di Loh Buaya Pulau Rinca Taman Nasional Komodo.
TRIBUNJAMBI.COM - Viral sebuah foto seekor komodo menghadang truk proyek geopark Jurrasick Park di Loh Buaya Pulau Rinca Taman Nasional Komodo.
Foto ini telah viral dan menjadi perbincangan. Beragam tafsir muncul, satu di antaranya foto itu menggambarkan bahwa ekosistem komodo terganggu proyek prestisius Jurrasic Park.
Komodo berkembang biak dengan baik di Pulau Komodo. Pulau Komodo terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau ini adalah habitat asli Komodo. Pulau ini merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola pemerintah pusat.
Baca juga: Apa Itu Komodo? Viral Truk Berhadapan dengan Biawak Raksasa di Loh Buaya Pulau Rinca
Baca juga: Heboh, Komodo Betina di Kebun Binatang di AS Bunting dan Melahirkan 3 Anakan Tanpa Pejantan
Baca juga: Gubernur NTT Viktor Laiskodat Marah Dengar Kasus Penyelundupan Komodo di NTT
Pada 1910, orang Belanda menamai pulau di sisi selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dengan julukan Pulau Komodo. dikutip dari wikipedia.org, cerita ini berawal dari Letnan Steyn van Hens Broek yang membuktikan pasukan Belanda tentang adanya kabar hewan besar menyerupai naga.
Steyn lantas membunuh seekor komodo dan membawa dokumentasinya ke Museum and Botanocal Garden di Bogor, untuk diteliti. Hewan menyerupai naga inilah yang kita kenal dengan nama komodo.

Pulau Komodo kita diteruma sebagai situs warisan dunia UNESCO. Data 2009, di pulau tersebut terdapat 1.300 ekor komodo. Jika ditambah pulau lain, semisal Pulau Rinca dan Gili Motang, jumlah keseluruhannya sekitar 2.500 ekor komodo. Ada pula sekitar 100 ekor komodo di cagar alam wae wuul di daratan Pulau Flores, tapi tak masuk wilayah Taman Nasional Komodo.
Awal viral
Foto komodo hadang truk viral di media sosial, satu di antaranya diunggah oleh akun @gregoriusafioma pada Jumat (23/10/2020).
Dalam foto tersebut, truk yang 'dihadang' komodo mengangkut besi. Terlihat dua orang berada di atas truk .
Mengutip Pos Kupang, Senin (26/10/2020), foto tersebut diabadikan di Loh Buaya Pulau Rinca Taman Nasional Komodo dimana di lokasi itu tengah dilakukan pembangunan geopark Jurrasick Park.
Proyek ini merupakan proyek Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas Labuan Bajo yang dikembangkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan anggaran Rp 69,96 miliar.

Menanggapi foto yang viral itu, Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF), Shana Fatina, mengatakan masyarakat sebaiknya tidak mengambil asumsi dari foto yang ada, karena persepsi bisa dibangun menjadi opini, bukan fakta.
"Pemerintah sudah pasti mengutamakan kelestarian dan keseimbangan ekosistem dalam melaksanakan pembangunan yang ada," katanya, Sabtu (24/10/2020) malam sebagaimana diberitakan Pos Kupang.
Sejuah ini pemerintah concern terkait pelaksanaan pembangunan di zona pemanfaatan Loh Buaya.
"Pembangunan di Loh Buaya dilakukan dengan hati-hati. Setiap pagi dilakukan briefing terkait keamanan dan keselamatan bukan hanya para pekerja, tetapi juga yang paling penting adalah keamanan satwa yang ada di Loh buaya, agar jangan sampai ada satwa terganggu, sangat hati-hati dengan api, dan lain-lain," ujarnya.