Gojek Selalu Utamakan Kesehatan, Kebersihan dan Keamanan (J3K) saat Pandemi
Beragam Layanan Gojek tersebut bisa dinikmati masyarakat Kota Jambi sejak 1 April 2017. Kehadiran Gojek di Jambi seiring dengan perkembangan Kota Jamb
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Andreas Eko Prasetyo
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sejak diperkenalkan pada 2015, Gojek telah memastikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat sebagai pengguna jasa. Beragam layanan Gojek terus berkembang sesuai dengan kebutuhan konsumen yang menginginkan layanan serba praktis, mulai dari Goofood hingga Gosend.
Beragam Layanan Gojek tersebut bisa dinikmati masyarakat Kota Jambi sejak 1 April 2017. Kehadiran Gojek di Jambi seiring dengan perkembangan Kota Jambi yang kian pesat.
Gojek di Jambi juga terus berinovasi meningkatkan layanan bagi konsumen dalam semua layanan yang ditawarkan, di antaranya memastikan Kesehatan, Kebersihan dan Keamanan.
Dengan menerapkan protokol ketat terkait Kesehatan, Kebersihan dan Keamanan (J3K) maka kepercayaan terhadap Gojek saat pandemi semakin subur terutama pada layanan Gofood.
Baca juga: Gojek Akan Tebar Promo, Ada Diskon Hingga 50 Persen untuk Fitur GoFood hingga GoMall
Baca juga: Konsolidasi Bisnis di Tengah Pandemik, Ekonom: Langkah Gojek Sudah Strategis
Baca juga: Paypal, Calon Alat Pembayaran Baru Gojek, Bagaimana Cara Kerjanya? Bisa Dipakai Internasional
Hamid yang sejak 2018 menjadi mitra Gojek mengatakan jika penerapan aspek Kesehatan, Kebersihan dan Keamanan telah menjadi bagian dari perjalanannya sebagai driver.
“Pihak Gojek telah memastikan fasilitas seperti hand sanitizer dan masker pada driver sebagai bagian penerapan aspek kesehatan, kebersihan dan keamanan,” kata Hamid. (26/10).
Hamid menuturkan jika setiap driver mendapatkan fasilitas penunjang J3K tersebut sesuai dengan kebutuhan, seperti masker yang biasanya diberikan 5 pcs untuk setiap pengambilan.
Hanya saja masker dan hand sanitizer tersebut diberikan ke konsumen bergantung pada inisiatif driver.
Pasalnya, sebagai driver harus pandai membaca situasi akan karakter konsumen.
“Driver harus pintar membaca situasi apakah konsumen berkenan sebab ada karakter konsumen yang telah menyiapkan masker dan hand sanitizer sendiri,” jelas Hamid ditemui di kediamannya.
Driver juga terkadang perlu meyakinkan jika masker dan hand sanitizer tersebut merupakan barang baru yang merupakan fasilitas resmi Gojek.
“ Jika berkenan and saniizer kita kasih sebelum menyentuh helm. Tetap kita baca situasi agar tidak tersinggung,” jelas Hamid.
Hamid menyebut jika saat pandemi seperti ini orderan pengantaran makanan dan barang meningkat drastis sehingga penerapan protokol kesehatan dari driver diperketat lagi.
“Dari aspek kesehatan, kebersihan dan keamanan, kebersihan kita sebagai mitra gojek meyakinkan konsumen kalau Gojek membina mitranya dengan sosialisasi J3K secara langsung.” Kata Hamid.
Dengan mengutamakan pelayanan maka akan berimbas pada peningkatan bonus poin bintang yang menunjukan performa driver bagus. Hal ini yang meningkatkan pendapatan Hamid hingga 2 juta per bulan.
Baca juga: MPR RI Peduli Lawan Covid-19, Gandeng Telkomsel, Kitabisa dan Gojek
Baca juga: Kabar Tentang Ekspansi Gojek Menjadi Kenyataan, Sudah Kirim Pemberitahuan ke KPPU
Baca juga: Salurkan 30 Ribu Voucher Digital, Bantuan Sembako dari Alfamart untuk Mitra Gojek
"Kita memastikan barang dan makanan sampai ke konsumen dalam keadaan aman," kata Hamid.