Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK, Bawahannya Sampai Nangis, FPI Minta Warga Tetap Tenang

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman resmi ditahan KPK usai pemeriksaan Jumat (23/10/2020).

Editor: Teguh Suprayitno
Tribun Jabar/ Firman Suryaman
Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman. 

Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK, Bawahannya Sampai Nangis, FPI Minta Warga Tetap Tenang

TRIBUNJAMBI.COM - Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman resmi ditahan KPK usai pemeriksaan Jumat (23/10/2020).

Budi Budiman menjadi tersangka dalam perkara dugaan suap terkait dengan pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2018.

Budi Budiman ditahan KPK dan telah menyandang status tersangka dalam kasus ini sejak 26 April 2019.

"Untuk kepentingan penyidikan, setelah melakukan pemeriksaan saksi sebanyak 33 orang dan 2 orang ahli, KPK melakukan penahanan tersangka BBD selama 20 hari terhitung sejak tanggal 23 Oktober 2020 sampai dengan 11 November 2020 di Rutan KPK Cabang Gedung ACLC KPK Kavling C1," ujar Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Ketua FPI ( Front Pembela Islam) Kota Tasikmalaya, Ustaz Yanyan Albayani, mengimbau warga agar tetap tenang.

"Saya berharap warga kota tetap tenang. Percayakan sepenuhnya kepada KPK sebab saya yakin KPK akan bekerja secara independen dan profesional," kata Yanyan, Jumat (23/10/2020) sore.

Apa yang menimpa Wali Kota, menurut Yanyan, adalah sebuah proses hukum yang harus dijalaninya.

"Warga tidak usah meluapkan perasaan yang berlebihan, sehingga bisa mengganggu kondusivitas. Ini tidak diinginkan," ujar Yanyan.

Hal senada juga disampaikan Sekda Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan.

Baca juga: Tengah Malam Rumah Kiyai di Malang Digerebek Bareskrim Polri, Gus Nur Ditangkap Dituding Menghina NU

Ia meminta warga menjaga kondusivitas kota yang selama ini sudah terjaga.

"Saya meminta warga kota jangan melakukan euforia, baik yang simpatik maupun yang antipati. Terlebih saat ini sedang ada pandemi Covid-19," ujar Ivan.

Roda Pemerintahan Tetap Berjalan

Kegiatan Pemerintahan di Bale Kota Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun, Kota Tasikmalaya, sepanjang Jumat (23/10), tetap normal seperti biasa.

"Sepanjang Jumat ini sama seperti hari-hari biasa, karyawan bekerja seperti biasa," kata Dedi, seorang petugas Satpam Bale Kota, yamg ditemui, Jumat sore.

Hanya saja, lanjut Dedi, Wali Kota, Budi Budiman, tidak terlihat masuk kantor. "Kalau kegiatan pemerintahannya berjalan seperti biasa," ujarnya.

Karyawan yang bekerja di pun pulang seperti biasa. Jumlahnya tidak terlalu banyak, karena sebagian lagi bekerja di rumah.

Menjelang sore, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf, ke luar dari Bale Kota. "Baru saja Pak Wakil ke luar. Tapi kami tidak tahu beliau terus ke mana," kata Dedi.

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman.
Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman. (Tribun Jabar/ Firman Suryaman)

Sejumlah karyawan yang sempat ditemui mengaku kaget pimpinan mereka ditahan KPK.

"Kami kaget. Bahkan sampai ada yang menangis saking kaget dan syok. Bagaimana pun beliau pimpinan kami," kata seorang ASN.

Mereka mendoakan Budi agar tabah dan kuat menghadapinya. "Kami hanya bisa mendoakan agar Pak Wali diberi kekuatan. Termasuk jiga keluarga beliau," ujar ASN lainnya.

Warga Terkejut

Kabar tentang ditahannya Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, membuat terkejut warga.

Mereka tak mengira Budi Budiman langsung ditahan seusai menjalani pemeriksaan sepanjang Jumat (23/10/2020).

Ketua FPI Kota Tasikmalaya, Ustaz Yanyan Albayani, yang dimintai tanggapannya, di kantor Kecamatan Mangkubumi, Jumat sore, mengaku terkejut.

"Saya merasa terkejut dengan penahanan Wali Kota. Ini di luar dugaan kami. Para ulama di Kota Tasik merasa prihatin," kata Yanyan.

Yanyan mengaku sebelumnya tak mengetahui Budi sepanjang Jumat tengah menjalani pemeriksaan di kantor KPK Jakarta.

"Saya tidak tahu, ujug-ujug ada kabar Wali Kota ditahan. Ya saya hanya bisa mendoakan semoga Wali Kota diberi ketabahan dan kekuatan menghadapinya," ujar Yanyan.

Ketua KPK Firli Bahuri.
Ketua KPK Firli Bahuri. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Yanyan pun berharap KPK independen dalam menangani kasus Budi, alias tidak karena ada muatan politis misalnya.

"Saya percaya KPK bekerja profesional, sehingga jika nantinya ternyata Wali Kota tidak bersalah, segera dibebaskan," kata Yanyan.

Tapi sebaliknya, jika ternyata KPK akhirnya punya fakta-fakta akurat dan tetap menahan Budi, Yanyan berharap Budi tabah dan kuat menghadapinya.

H Enjang (50), pengusaha asal Kecamatan Mangkubumi, juga mengaku terkejut dan syok menerima kabar Budi ditahan.

"Saya seperti mimpi mendengarnya. Soalnya kan sudah hampir setahun tidak ada kabar beritanya. Terus terang saya syok dan bingung," ujar Enjang. (firman suryaman)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Wali Kota Tasik Budi Budiman Ditahan KPK, FPI Imbau Warga Tenang, Percayakan Sepenuhnya pada KPK.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved