Breaking News:

UMKM Jambi

UMKM Marning Jagung Kerinci Mengeluh, Tak Ada Perhatian dari Pemerintah Selama Pandemi Covid-19

Menurut keterangan warga, hingga saat ini ada 16 UMKM yang berada di Semurup. Seluruhnya terancam tak miliki penghasilan sama sekali.

ist
UMKM marning jagung 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) marning jagung di Semurup, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi mengeluh lantaran pemerintah tak memberi perhatian kepada mereka.

Menurut keterangan warga, hingga saat ini ada 16 UMKM yang berada di Semurup. Seluruhnya terancam tak miliki penghasilan sama sekali.

"Awal mulai sepi itu Maret sampai Oktober 2020 ini nggak ada sama sekali yang beli. Wisata di sini sepi, marning jagung yang dititipin di warung, swalayan, dan pasar semua stop penitipan," ujar Novi, satu di antara pemilik UMKM marning jagung, Sabtu (24/10/2020).

"Khususnya UMKM jagung ini nggak ada ditoleh sama sekali sama pemerintah. Sekedar ngelirik apalagi nanya nanya soal apa keluhannya ke pelaku UMKM saja nggak ada," ujarnya.

Baca juga: Aksi Warga Bungo Minum Racun Rumput dan Tewas Saat Video Call Temannya

Baca juga: Jadwal Pop Academy Indosiar Hari Ini Tak Ada, Ini Penyebabnya

Baca juga: Satu Pelaku Pembakaran Sepeda Motor Polisi Saat Demo UU Cipta Kerja di Jambi Diamankan Polisi

Sebelum pandemi, pembeli marning jagung merupakan pengunjung yang datang ke tempat wisata. Setelah adanya pandemi, semua jalur pembelian berhenti.

Masalah terberat bagi pelaku UMKM marning jagung yaitu sulit mendapatkan penghasilan untuk sekedar biaya makan.

"Sekarang nggak usah ngomong untuk bayar-bayar yang lain. Sedangkan untuk makan saja susah," keluhnya.

"Semenjak corona ini nggak ada pernah dapat bantuan. Sekarang stok jagung yang sudah diproduksi jadi marning jagung banyak. Tapi nggak ada sama sekali yang terjual," katanya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved