Berita Nasional
Sindiran Mahfud MD ke Gatot Nurmantyo: Pernah Jadi Panglima TNI, Mana Komunisnya Gak Ditangkap?
Ya, Mahfud MD bahkan terang-terangan mengungkap Gatot Nurmantyo dan KAMI bukanlah apa-apa.
TRIBUNJAMBI.COM - Pertemuan Menko Polhukam Mahfud MD dengan mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo di program acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One masih jadi perbincangan hingga kini.
Ya, Mahfud MD sampai menyebut Gatot Nurmantyo dan KAMI bukan oposisi pemerintah.
Ya, Mahfud MD bahkan terang-terangan mengungkap Gatot Nurmantyo dan KAMI bukanlah apa-apa.
"Saya sebenarnya tidak pernah tertarik untuk mengatakan 'Wah KAMI itu opisisi pemerintah'. KAMI yang dipimpin oleh Gatot. Menurut saya ndak, bukan apa-apa dia!" katanya di depan Karni Ilyas.
Baca juga: Reaksi Gatot Nurmantyo Kala Mahfud MD Jelas-jelas Lontarkan Serangan ke Ia di ILC TV One Kemarin
Baca juga: Luhut Ngaku Jadi Inisiator Omnibus Law, Ajak Diskusi Mahfud MD dan Sofyan Djalil, Alasannya Soal Ini
Baca juga: Jika Jokowi-Maruf Amin Menikah, Rocky Gerung Sebut Seharusnya Sudah Bercerai, Apa Kata Mahfud MD?
Tapi saat menjadi Panglima TNI, kenapa Gatot tidak memberantas komunis andai saat ini dirinya menyakini aliran tersebut masih ada.
"Katanya banyak komunis, Pak Gatot pernah jadi panglima, mana komunisnya enggak ditangkap? Sekarang bicara komunis," kata Mahfud MD.
"Karena bukan Pak Gatot enggak mau, dia enggak berwenang di bidang itu, pada saat itu," lanjutnya.
Acara Talkshow ILC TV One, Selasa (21/10/2020) malam mempertemukan Menko Polhukam Mahfud MD, Jenderal Moeldoko, dan Jenderal Gatot Nurmantyo.
Acara ILC TV One dipandu presenter Karni Ilyas.
Berikut fakta-fakta pernyataan Mahfud MD untuk Gatot Nurmantyo dan KAMI di acara ILC TV One.
1. Awal Mula
Bermula saat mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu membahas soal kritikan ke pemerintahan Jokowi - Maruf Amin di masa jabatan setahun ini merupakan hal biasa.
Katanya semua pemerintahan pasti ada penolakan.
Makanya, dia mengaku tidak tertarik dan tidak perlu menggubris KAMI yang disebut oposisi pemerintah.
"Saya sebenarnya tidak pernah tertarik untuk mengatakan 'Wah KAMI itu opisisi pemerintah'," ungkap Mahfud MD.