UPDATE Perang Azerbaijan-Armenia, Bocah 3 Tahun Selamat dari Serangan Rudal, Satu Keluarganya Tewas
Khadija Shahnazarli, gadis kecil berusia 3 tahun dikabarkan selamat dari serangan rudal yang jatuh di Kota Ganja, Azerbaijan pada Sabtu (17/10/2020).
“Untungnya saya dan keluarga saya tidak ada di rumah,” kata Sevil Aliyeva, seorang penduduk dari Ganja, kepada Al Jazeera.
“Rumahku hancur,” imbuhnya.

Petugas penyelamat masih mencari melalui reruntuhan untuk menemukan korban selamat.
Aliyev berjanji akan melakukan "balas dendam", sementara Turki, sekutu dekat Azerbaijan, mengutuk serangan itu dan menyebutnya sebagai "kejahatan perang".
"Armenia masih melakukan kejahatan perang dan pembantaian warga sipil," kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dalam tweet.
"Berdiam diri melawan kekejaman ini sama dengan berbagi tanggung jawab atas pembunuhan itu," ujar Cavusoglu.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian luar negeri Armenia mengatakan kepada Azerbaijan “upaya konsisten untuk memperluas geografi konflik, sehingga merusak keamanan regional yang tidak dapat diubah lagi harus dikutuk dengan sangat keras.
Setiap pelanggaran terhadap keutuhan wilayah Republik Armenia akan mendapat tanggapan yang sepantasnya.”
Serangan Rudal Armenia Bergeser ke Tengah Azerbaijan, 2 Kota Meledak
Serangan rudal menghancurkan beberapa rumah di kota Ganja, Azerbaijan tengah, pada Sabtu (17/10/2020).
Seorang penduduk mengatakan ke jurnalis AFP, dia melihat tujuh korban ditarik keluar dari puing-puing.
Serangan itu terjadi beberapa jam setelah penembakan di ibu kota Nagorno-Karabakh, Stepanakert, menandai peningkatan baru dalam konflik yang telah berlangsung tiga minggu antara etnis Armenia dan Azerbajan atas wilayah separatis.
Tim AFP di Ganja melihat satu blok bangunan hancur menjadi puing-puing, dengan orang-orang melarikan diri dari tempat kejadian sambil berurai air mata.
Beberapa orang mengenakan baju handuk dan piyama, karena serangan terjadi tengah malam, dan banyak juga orang-orang yang lari memakai sandal rumah.
Puluhan petugas penyelamat dengan helm merah berjibaku menemukan korban dengan tangan kosong di kegelapan.
Baca juga: HUT Korpaskhas ke-73, KSAU Minta Korps Baret Jingga Harus Siap Hadapi Serangan Senjata Nuklir