Smart Moms
Tak Paksakan Anak Harus Perfect, Kualitas Pendidikan Menurun Akibat Pandemi Covid-19
Meskipun pembelajaran secara daring atau online banyak kelemahannya. Dan konsekwensinya kualitas pendidikan generasi sekarang jauh
Penulis: Ade Setyawati | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Meskipun pembelajaran secara daring atau online banyak kelemahannya. Dan konsekwensinya kualitas pendidikan generasi sekarang jauh menurun dibanding angkatan di atasnya.
Meskipun begitu di situasi saat ini, ini adalah alternatif maupun solusi terbaik yang dapat dilakukan karena tidak memungkinkan untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka.
Di masa pandemi seperti sekarang ini, banyak kebiasaan yang harus berubah, seperti mengurangi aktivitas di area publik, dilarang berkumpul maupun membuat acara yang mengundang keramaian.
Termasuk juga pembelajaran yang tidak lagi dilakukan secara tatap muka, di masa pandemi seperti sekarang ini, pembelajaran secara daring atau online merupakan alternatif dan solusi terbaik saat ini mengingat bahaya anak-anak melakukan aktivitas di luar rumah.
Smart mom bernama Silvia (37), mengatakan pembelajaran daring merupakan solusi terbaik di situasi saat ini bagi anaknya Khaisaalea As Zahra yang bersekolah di SMPN 11 Kota Jambi.
"Semenjak pandemi memang banyak yang berubah, seperti pembelajaran anak yang awalnya tatap muka, sekarang pembelajaran dilakukan secara daring atau online. Karena memang saat ini belum memungkinkan untuk tatap muka dan solusi terbaik saat ini pembelajaran secara daring," jelasnya.
Meskipun daring menjadi solusi pembelajaran di tengah pandemi seperti sekarang, belajar daring juga banyak kelemahannya yang dirasakan baik siswa itu sendiri maupun orang tua.
"Pembelajaran daring tentu saja tidak seefektif belajar secara tatap muka, mulai dari sinyal yang terkadang tidak selalu bagus, dan juga belum lagi ada anak-anak yang handphonenya tidak support untuk belajar online," ucapnya.
Karena kendala yang dirasakan selama pembelajaran online seperti smartphone siswa yang kurang support belajar online, kuota, jaringan yang kadang tidak stabil, belum lagi materi yang disampaikan oleh guru diserap dengan baik atau tidak oleh siswa.
Karena kendala tersebut, banyak pemikiran yang muncul bahwa generasi sekarang dikatakan generasi lemah edukasi, atau kualitas anak sekarang yang belajar secara online tidak sebaik generasi sebelumnya.
"Meskipun banyak kendala selama belajar online, kita sebagai orang tua tetap mengawasi anak, menanyakan tentang belajarnya, membantunya belajar dengan cara yang menyenangkan dan tetap membuatnya merasa happy," katanya.
Dengan kendala tersebut, banyak anak yang tidak bisa memenuhi ekspektasi orang tuanya untuk menjadi perfect. Menurutnya di situasi ini, tidak mungkin anak bisa belajar secara perfect.
"Anak-anak di masa sekarang, jika mereka tidak sesuai ekspektasi orangtua itu wajar dan harus dimaklumi.
Karena anak tidak mungkin perfect dengan cara belajar yang sekarang, anak-anak belajar di rumah secara online dan mereka sudah melakukan yang terbaik dan kita sebagai orang tua juga harus membimbing dan membantunya bukan hanya menuntut anak," tambahnya.
Lebih Penting Anak Happy