Senen Mengaku Bisa Sembuhkan Pasien Covid-19, Akhirnya Dilaporkan 7 Wanita

Pria tersebut mengabarkan kesaktian palsunya memanfaatkan ketidaktahuan warga yang ingin sembuh corona, Namun, korbannya kebanyakan wanita.

Editor: Muuhammad Ferry Fadly
zoom-inlihat foto Senen Mengaku Bisa Sembuhkan Pasien Covid-19, Akhirnya Dilaporkan 7 Wanita
ist
ilustrasi dukun

TRIBUNJAMBI.COM - Pria tersebut mengabarkan kesaktian palsunya memanfaatkan ketidaktahuan warga yang ingin sembuh corona.

Informasi yang didapat TribunJakarta.com, pelaku bernama Sukardi alias Kardi.

Ia juga bisa dipanggil Abah Maulana atau Senen.

Baca juga: Arti Mimpi Berenang Dapat Dikaitkan dengan Manajemen Emosional, Simak Ulasannya

Baca juga: Tambah 3 Juta Orang, Begini Cara Dapatkan Bantuan BLT UMKM Rp 2,4 Juta, Diperpanjang hingga Desember

Baca juga: Ramalan Zodiak Hari ini, Hari ini, Aries Kamu Terlihat Akan Menyenangkan dan Merayu Kekasih

Kemasyhuran Sukardi menyembuhkan Covid-19 tersebar dari mulut ke mulut.

Belakangan, ia paling dicari pihak kepolisian karena mencabuli korban yang berobat kepadanya.

Selama ini Sukardi tinggal di Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang.

Para korban pencabulan Sukardi bergiliran datang ke Polsek Jatiuwung untuk melapor sejak Kamis (15/10/2020).

 "Setidaknya, sampai hari ini sudah ada tujuh wanita yang melapor ke Polsek Jatiuwung," ucap Kapolsek Jatiuwung, Kompol Aditya Sembiring.

"Mereka mengaku merasa dirugikan karena dicabuli," imbuh dia. 

Dari pengakuan para korban, terduga pelaku ini mengaku bisa menyembuhkam virus Corona alias Covid-19.

Pelaku ini diduga membuka praktik cabul di rumahnya.

Kesaktian dukun ini pun diragukan dan menjadi buah bibir warga Jatiuwung.

Saat proses penyembuhan itulah, pelaku memperdayai korbannya.

tribunnews
Dukun cabul bernama Sukardi alias Kardi jadi tersangka, setelah melecehkan pasien wanitanya. Ia sudah mendekam di Polsek Jatiuwung. (HO/TribunJakarta.com)

Polisi memastikan pelaku membuka praktik di Kampung Gebang, Jatiuwung.

"Ini untuk keseharian pelaku masih didalami karena tersangka belum diamankan," ucap Aditya.

Jajarannya pun membuka posko 24 jam, agar para korban dukun cabul tersebut melapor.

Aditya menduga korban dukun cabul tersebut bisa lebih dari tujuh orang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved