Breaking News:

Berita Tebo

Kasus Pelecehan Merebak, Orangtua Ramai-ramai Jemput Santri Ponpes di Tebo, Korban Berjumlah 6 Orang

Tidak ada aktifitas di Pondok Pesantren di Kabupaten Tebo pascaditangkapnya oknum pimpinan karena melakukan tindakan asusila kepada santriwatinya.

tribunjambi/darwin sijabat
KH, oknum pengurus Ponpes di Tebo diamankan Satuan Reserse Kriminal Polres Tebo karena diduga melakukan pelecehan terhadap lima santriwati pada Rabu (14/10/2020) lalu. 

"Tersangka disangkakan Undang Undang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan minimal 5 tahun penjara maksimal 20 tahun penjara," ujar Kapolres kepada awak media saat pres release, Jumat (16/10/2020). 

Dikatakan Kapolres, tindakan bejat pelaku tersebut dilakukan sejak tahun 2019 lalu hingga sekarang tahun 2020. 

"Aksi bejat itu dilakukan tersangka sejak 2019 lalu hingga sekarang, korban diiming-imingi uang senilai Rp 100 ribu agar tidak bercerita dengan orang lain," ungkapnya. 

KH diamankan Satuan Reserse Kriminal Polres Tebo karena diduga melakukan pelecehan terhadap lima santriwati pada Rabu (14/10/2020) lalu.

Pelaku Mengaku Sudah Cabuli Enam Orang

Diduga melakukan pelecehan seksual lima santriwati, KH diamankan Satreskrim Polres Tebo.

KH (52) seorang pimpinan Pondok Pesantren di Kabupaten Tebo diduga telah melakukan pelecehan tehadap para santrinya. Dia terpaksa berurusan dengan Unit PPA Sat Reskrim Polres Tebo.

Penuturan keluarga terduga pelaku membenarkan bahwa KH telah diamankan oleh pihak kepolisian atas dugaan pelecehan seksual.

"Benar, mertua saya diamankan polisi pada Rabu (14/10/2020) sekitar pukul 11.30 WIB atas dugaan pelecehan," kata Z, keluarga KH.

Bahkan kepada keluarga, KH menceritakan bahwa dia melakukan aksi tak senonoh itu ke enam santriwati.

Halaman
1234
Penulis: Darwin Sijabat
Editor: Nani Rachmaini
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved