Selasa, 5 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Internasional

China Panik Bukan Main, Tahu Armada ke-7 US Navy Masuki Pasifik Selatan, Jadi Momok PLA Navy China

Sebab Armada ke-7 ini mempunyai kekuatan super power sebagai sebuah angkatan perang mandiri yang berada jauh dari induk pasukannya di Norfolk, Amerika

Tayang:
Editor: Andreas Eko Prasetyo
Kompas.com
Ilustrasi - Kapal perusak milik Angkatan Laut AS yang dilengkapi misil kendali, USS Higgins. Kapal ini menjadi satu dari dua kapal militer AS yang dilaporkan terlihat berlayar di wilayah Laut China Selatan, Minggu (27/5/2018).(SCMP / US NAVY) 

TRIBUNJAMBI.COM - Panasnya hubungan antara China dan Amerika Serikat hingga kini masih terfokus pada wilayah Laut China Selatan.

Kedua negara menempatkan armada perang mereka di wilayah itu demi menunjukkan eksistensi keduanya.

Namun China merasa gentar bila satu armada milik Amerika Serikat hadir di wilayah Asia Pasifik

Itu adalah Armada ke-7 US Navy menjadi keberadaan paling tidak diinginkan oleh PLA Navy China.

Sebab Armada ke-7 ini mempunyai kekuatan super power sebagai sebuah angkatan perang mandiri yang berada jauh dari induk pasukannya di Norfolk, Amerika Serikat (AS).

Bermarkas di Yokosuka, Jepang, Armada ke-7 merupakan momok utama bagi China karena bisa menyerbu Beijing sewaktu-waktu jika diperintahkan.

Baca juga: Presiden China Xi Jinping Diduga Terkena Corona, Batuk-batuk Saat Pidato

Baca juga: VIDEO: China Urutan Pertama Negara dengan Utang Luar Negeri Terbesar di Dunia, Indonesia?

Baca juga: Dibangun Warga Tionghoa Mualaf Jambi, Masjid Laksamana Cheng Hoo Satu-satunya Bernuansa China

Kemudian Armada ke-7 juga sering melakukan pelayaran agresif di Selat Taiwan untuk mengejek PLA Navy yang tak mampu berbuat apa-apa di sana.

Laut China Selatan yang belakangan adem sempat memanas Jumat (9/10) pekan lalu, setelah kapal perusak Amerika Serikat (AS) USS John S. McCain memasuki perairan Kepulauan Paracel yang China klaim sebagai miliknya.

China menyebut Kepulauan Paracel dengan nama Kepulauan Xisha. Gugusan pulau ini juga Vietnam klaim sebagai milik mereka.

Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) menyatakan, kehadiran USS John S. McCain di perairan Kepulauan Paracel pada Jumat pekan lalu tanpa persetujuan China.

"Diperingatkan serta diberitahu untuk pergi oleh Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat," kata Kolonel Senior Zhang Nandong, juru bicara Komando Teater Selatan PLA, seperti dikutip Global Times.

Kapal-kapal Amerika Serikat di perairan Laut China Selatan, berdekatan dengan teluk Filipina.
Kapal-kapal Amerika Serikat di perairan Laut China Selatan, berdekatan dengan teluk Filipina. (AFP)

Menurut Zhang, AS sering mengirim kapal perang ke Laut China Selatan untuk melenturkan ototnya dan meningkatkan kehadirannya di wilayah tersebut, yang secara serius melanggar kedaulatan dan kepentingan nasional China.

"Dan, merusak perdamaian dan stabilitas regional," tegas Zhang yang menyebutkan, perilaku AS tersebut adalah pelayaran yang terang-terangan hegemoni dan provokasi militer.

Mengambil tindakan yang diperlukan Zhang pun mendesak AS untuk menghentikan provokasi semacam itu, dan secara ketat mengatur tindakan Angkatan Laut dan Angkatan Udaranya untuk menghindari peristiwa yang tidak terduga.

Baca juga: Lagi Dekat Sama Adit Pradana, Ayu Ting Ting Diberi Peringatan Mbak You: Nggak Bagus Mundur Terus

Baca juga: Nikita Willy Resmi Jadi istri Indra Priawan Djokosoetono

Baca juga: Reaksi Ivan Gunawan Disebut Cemburu Dengar Kabar Ayu Ting Ting Bakal Nikah, Ogah Desainkan Baju?

Baca juga: Relawan Jokowi Minta Polisi Ungkap Dalang Demonstrasi Rusuh, Sesalkan Penangkapan Aktivis KAMI

"Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat akan selalu waspada dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga kedaulatan nasional dan perdamaian serta stabilitas regional," ungkap dia.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved