Berita Tebo

Bejat, Lima Santriwati di Tebo Diduga Jadi Korban Pelecehan Pimpinan Ponpes

Kapolres Tebo, AKBP Gunawan Trilaksono melalui Kasat Reskrim, IPTU Mahara Tua Siregar kepada awak media membenarkan adanya penangkapan tersebut.

pexels.com
Ilustrasi pencabulan 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - Diduga melakukan pelecehan seksual lima santriwati, KH diamankan Satreskrim Polres Tebo.

KH (52) seorang pimpinan Pondok Pesantren di Kabupaten Tebo diduga telah melakukan pelecehan seksual lima santriwati. Dia terpaksa berurusan dengan Unit PPA Sat Reskrim Polres Tebo.

Kapolres Tebo, AKBP Gunawan Trilaksono melalui Kasat Reskrim, IPTU Mahara Tua Siregar kepada awak media membenarkan adanya penangkapan tersebut.

Dia menyampaikan pelaku diamankan oleh unit PPA Sat Reskrim Polres Tebo berdasarkan laporan polisi Nomor : LP / B – 56/ X / 2020 / Jambi /Res Tebo/ SPKT tanggal 13 Oktober 2020.

Baca juga: Tokoh Agama Air Hitam Laut Tanggapi Tradisi Mandi Safar Tanjabtim yang Tetap Digelar Meski Pandemi

Baca juga: Cara Mengatasi Asam Lambung Rendah dan Ketahui Gejalanya, Sering Sendawa dan Sakit Perut

Baca juga: Festival Mandi Safar di Tanjabtim Tahun Ini Ditiadakan, Warga Tetap Hadir ke Pantai Babussalam

Pria itu diamankan pada Rabu (14/10/20) pukul 11.30 WIB.

“Ya, kita mengamankan seorang pelaku diduga pelecehan seksual yang merupakan pimpinan ponpes," ungkap Kasat.

Dijelaskannya, dugaan pelecehan itu terungkap berawal dari salah satu korban menceritakan kebejatan pimpinan Ponpes tersebut kepada kakaknya yang pada saat disuruh pulang kerumah karena orang tua belum bisa melunasi uang SPP.

Disaat itulah aib ini terbongkar dan dilaporkan kepada polisi.

Kemudian hasil pengembangan dari cerita pelapor pertama itu ditemukan korban sebanyak lima orang santriwati.

Kelima santriwati itu yakni SM(13), AS (14), CAR (15), EG (16) dan NR (15) yang merupakan warga Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo.

"SM diminta pulang kerumah untuk menyampaikan uang SPP kepada orang tua. Dari situ ia ceritakan kepada sang kakak. Maka kasus ini terungkap," ujarnya.

Dari pengakuan korban kepada Polisi, modus yang dilakukan tersangka dengan mengajak korban belajar disalah satu ruang di Ponpes.

Kemudian korban langsung ditarik diajak keruang lain dan disitu lah pelaku melakukan aksi bejatnya.

Bahkan lebih sadis lagi yang dilakukan pelaku itu selain meraba korban hingga sampai melakukan mencium organ sensitif korban.

Setelah itu, korban diberikan sejumlah uang dengan jumlah yang berbeda, diantanya Rp 100 ribu dan ada juga yang lebih.

"Saat ini baru lima orang korban yang telah mengaku diduga pelecehan seksual. Kemungkinan bertambah atau tidak kita tunggu perkembangan berikutnya," ujarnya.

Kepada terduga pelaku dikenakan pasal 82 ayat (1),( 2) ,(4) jo pasal 76E UU RI NO 17 tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas UU RI no 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak, dengan ancaman paling 20 tahun penjara.

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved