Breaking News:

Pertumbuhan Ekonomi

Percepat Realisasi APBN dan APBD, Beberapa Indikator Tunjukkan Perbaikan Ekonomi di Kuartal ke-3

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi mengalami perlambatan sejak 2015. Sejak 2015- 2019 pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi selalu tumbuh

Penulis: Vira Ramadhani | Editor: Fifi Suryani
Istimewa
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jambi Suti Masniari Nasution 

Pandemi Covid-19 berdampak pada seluruh perekonomian dunia, Indonesia dan juga Provinsi Jambi saat ini.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Suti Masniari Nasution mengatakan, dampak pandemi bagi perekonomian Provinsi Jambi ada dua yaitu dampak langsung dan dampak lanjutan.

Dampak langsung pada sektor wisata, perhotelan karena adanya pembatasan pegerakan. Industri yang berdampak secara jangka pendek yaitu perhotelan, restoran, objek wisata dan transportasi.

Kondisi ini tentunya menyebabkan terjadinya pengurangan tenaga kerja baik yang bersifat permanen, PHK ataupun dirumahkan sesuai kebijakan perusahaan.

“Dengan adanya PHK dan tenaga kerja yang dirumahkan, maka akan menurunkan pendapatan. sehingga menurunkan daya beli, daya beli yang lemah akan menahan sektor konsumsi rumah tangga, yang merupakan salah satu sektor penyokong perekonomian Jambi dari sisi PDRB penggunaan,” ujarnya melalui meeting zoom, Senin (12/10).

Dan untuk dampak jangka panjang yang tidak langsung, berdampak pada sektor komoditas global, seiring dengan lambatnya minyak dan gas dan batubara serta rawl material seperti CPO, karet dan lainnya.

“Melemahnya harga-harga komoditas global ini akan berdampak pada sektor utama Provinsi Jambi dari sisi lapangan usaha seperti pertanian, perkebunan serta pertambangan yang sangat bergantung pada perkembangan harga komoditas global,” ungkapnya.

Suti menambahkan, dari sisi penggunaan, pelemahan harga komoditas global ini akan memberikan tekanan terhadap kinerja ekspor, sehingga mepengaruhi pendapatan perusahaan dan pendapatan masyarakat.

“Melemahnya harga komoditas utama daerah Jambi, tentunya akan mengurangi margin keuntungan dan mengurangi intensif untuk menambah produksi dimasa yang akan datang.”

Hal ini juga tentunya mempengaruhi investasi di Provinsi Jambi. Sektor-sektor utama yang mengalami tekanan akibat pengaruh Covid-19, akan menyebabkan investor menahan investasinya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved