Kamis, 23 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Syahganda Nainggolan Ditangkap Polisi, Dituding Ingin Gulingkan Jokowi Kini Terjerat UU ITE

Penangkapan aktivis Syahganda Nainggolan dan salah satu deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) seperti mengulang kejadian pahit 2016.

Editor: Teguh Suprayitno
Istimewa Via tribunnews
Aktivis sekaligus Deklarator KAMI Syahganda Nainggolan. 

Syahganda Nainggolan Ditangkap Polisi, Dituding Ingin Gulingkan Jokowi Kini Terjerat UU ITE

TRIBUNJAMBI.COM--Penangkapan aktivis Syahganda Nainggolan dan salah satu deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) seperti mengulang kejadian pahit pada 2016 silam.

Saat itu, Syahganda dan beberapa aktivis diciduk polisi jelang aksi masa bertajuk 212.

Syahganda dituding akan bertindak makar untuk menggulingkan pemerintahan Joko Widodo.

Syahganda Nainggolan dalam sebuah wawancara di stasiun televisi mengaku pernah berurusan dengan pihak kepolisian lantaran dituding hendak menggulingkan pemerintah.

Pada kejadian yang terjadi di tahun 2016 tersebut, Syahganda mengatakan, dirinya bisa selamat karena memiliki teman di lingkup kekuasaan.

Baca juga: Jokowi Akan Dilengserkan? FPI, GNPF, PA212 Demo UU Cipta Kerja di Istana, Polisi Buru Penyebar Hoaks

Syahganda mengklaim, dirinya juga sempat berdebat dengan Tito Karnavian yang pada tahun 2016 lalu menjabat sebagai Kapolri.

Dikutip dari YouTube tvOneNews, Rabu (19/8/2020), awalnya Syahganda menilai tidak ada perbedaan pada masa pemerintahan era Soeharto dan era Jokowi.

Dekralator KAMI Syahganda Nainggolan di acara KABAR PETANG, Rabu (19/8/2020). Syahganda mengaku pernah berdebat dengan Tito Karnavian karena dituding ingin gulingkan Jokowi.
Dekralator KAMI Syahganda Nainggolan di acara KABAR PETANG, Rabu (19/8/2020). Syahganda mengaku pernah berdebat dengan Tito Karnavian karena dituding ingin gulingkan Jokowi. (Istimewa via tribunnews)

"Saya mengalami dua kejadian di mana saya di masa lalu berpersepsi bahwa otoritarian itu hanya mungkin terjadi dalam sebuah rezim fasis model Pak Harto," kata Syahganda.

"Tapi ternyata di masa Jokowi saya mengalami hal yang sama," lanjutnya.

Ia lalu mengungkit kejadian pada tahun 2016 lalu saat dirinya bersama Rahmawati Soekarnoputri mengumpulkan ratusan tokoh di Universitas Bung Karno.

Kala itu dirinya sempat berurusan dengan pihak kepolisian.

"Pada saat mendekati 212, saya langsung dipanggil polisi, yang lain ditangkap," kata Syahganda.

"Untung ada beberapa teman saya di dalam lingkungan kekuasaan, terutama teman-teman saya di IPB yang sekarang menjadi menteri saat ini, mereka menyelamatkan saya," lanjutnya.

Kala itu, Syahganda mengaku sempat meminta penjelasan dari Tito Karnavian.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved