Breaking News:

Berita Tanjab Timur

Pemkab Tanjabtim Bakal Bangun Pamsimas di 11 Desa Tahun Depan, Kucuran Dana Rp 3,4

Ada Dua kategori Pamsimas yang akan dibangun, yakni Hibah Khusus Pamsimas (HKP) sebanyak 6 desa dan Reguler Pamsimas sebanyak 5 desa. Kemudian juga ad

(www.shutterstock.com)
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), tahun 2021 akan kembali membangun Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di 11 desa.

Ada Dua kategori Pamsimas yang akan dibangun, yakni Hibah Khusus Pamsimas (HKP) sebanyak 6 desa dan Reguler Pamsimas sebanyak 5 desa. Kemudian juga ada program Hibah Intensif Desa (HID) Pamsimas sebanyak 11 desa di tahun 2021 mendatang.

"Untuk 11 program HID Pamsimas berbeda dengan HKP dan Reguler. HID khusus Pamsimas yang sudah berdiri dan berjalan. Artinya HID memberikan insentif untuk peningkatan Pamsimas di desa tersebut," ujar Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) melalui Kabid Pemukiman, Hutagalung.

Dia menjelaskan, bahwa sumber dana dari pembangunan dan peningkatan Pamsimas tersebut berasal dari APBD dan APBN. Untuk HKP, 3 dari APBD dan 3 nya lagi dari APBN. Kemudian untuk Reguler 1 dari APBD dan 4 dari APBN.

Sudah Gila, Ibu Muda Tega Menjual Bayinya Demi Beli Sepatu Baru, Polisi Sampai Geleng-geleng

Jakarta Berlakukan PSBB Masa Transisi, Ini Ketentuan dan Kebijakan Barunya

Warga Sarolangun Ini Pamerkan Ikan Tapah Dagangannya Seberat 38 Kg di Simpang Jambi

"Itu namanya dana Sharing, tidak seluruhnya dana dari APBN. Jadi kita sangat merespon sekali bantuan dana Sharing dari Pusat ini," jelasnya.

Lebih lanjut Galung menjelaskan, untuk keseluruhan anggaran pembangunan dan peningkatan Pamsimas yakni sebesar Rp 3,41
miliar. Total anggaran tersebut sudah tergabung dalam dana APBD dan APBN.

"Rinciannya, HKP sebesar Rp 735.000.000, Reguler sebesar Rp 980.000.000 dan HID sebesar Rp 2.695.000.00," terangnya.

Namun Dirinya menceritakan, bahwa kendala yang selama ini dihadapi terkait pembangunan Pamsimas, yakni setelah Pamsimas dibangun dan diserahkan ke Pemerintah Desa, ada sebagian tidak dikelola dan dirawat, sehingga kebanyakan Pamsimas menjadi tidak terurus dan macet.

"Seharusnya Pemerintah Desa bisa mengelola dengan baik untuk kepentingan masyarakat. Kalau pun ditarik retribusinya saya rasa masyarakat tidak keberatan, asalkan sesuai kemampuan masyarakat," ungkapnya.

Setelah menyerahkan Pamsimas tersebut ke desa, pihaknya juga memberikan pemahaman bagaimana cara pengelolaannya. Kemudian tinggal pihak desa lagi yang mengelola dan mengoperasikannya.

"Maka dari itu, kedepannya Pemerintah Desa bisa lebih aktif mengelola Pamsimas menggunakan Dana Desa, agar Pamsimas yang telah dibangun tidak mati dan bermanfaat bagi masyarakat," tutupnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved