IHSG
Saham PT MAP Paling Diburu, Sepanjang Tahun Net Sell Investor Asing Capai Rp43,64 T
Investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih atau net sell di bursa. Mengutip data dari RTI Business, sejak awal tahun hingga penutupan
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih atau net sell di bursa. Mengutip data dari RTI Business, sejak awal tahun hingga penutupan perdagangan, Jumat (2/10), investor asing mencatatkan net sell hingga Rp43,64 triliun.
Kendati kondisi ekonomi kembali menggeliat di awal semester II 2020, investor asing masih keluar dari bursa.
Net sell tercatat mencapai Rp28,45 triliun selama tiga bulan terakhir. Adapun selama sebulan terakhir net sell di bursa tercatat Rp12,45 triliun.
Di tengah net sell yang mendominasi bursa, investor mencatatkan aksi beli bersih atau net buy terhadap beberapa saham.
Mengutip data dari RTI Business, selama tiga bulan dan sebulan terakhir kelima saham ini masuk ke dalam 10 saham yang dibeli investor asing.
Kelima saham itu adalah PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), PT MNC Vision Networks (IPTV), PT Uni-charm Indonesia (UCID), PT MNC Land Tbk (KPIG), dan PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM).
Bahkan tiga diantaranya masih dibeli asing selama sepekan terakhir yakni MAPA, IPTV, dan SMSM.
Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengamati investor asing melihat sentimen-sentimen positif terhadap kelima saham tersebut. Misalnya, IPTV yang berencana melakukan private placement.
Rencana ini direspon positif oleh investor asing, sebab mendekati waktu cum date harga saham berpeluang naik. Maka dari itu, saat ini kesempatan untuk buyback apalagi harga sudah turun dalam.
Untuk MAPA, sentimen positif datang dari anak usahanya, Athletica International Holdings Pte Ltd (AIH), yang mengakuisisi 100% saham New Golden Heritage Pte Ltd dari Teamway Asia Ltd.
Ekspansi ini dipandang baik karena prospek pertumbuhan industri ritel di Filipina menarik dipicu oleh pertumbuhan ekonomi, peningkatan populasi, dan daya beli konsumen.
Sementara, UCID terdorong oleh klaim perusahaan yang telah mencatatkan kenaikan market share untuk produk diapers di tengah pandemi. Asal tahu saja, pangsa pasar produk diapers menjadi 46% dari sebelumnya 42% pada Agustus 2020.
Untuk KPIG dan SMSM sentimen positif terdorong optimisme keduanya yang akan mencatatkan kinerja yang membaik ke depan. Adapun KPIG optimistis kinerjanya membaik di semester II 2020 karena adanya tren peningkatan kunjungan yang terjadi belakangan ini, seperti hotel di Lido, Sukabumi, dan Surabaya.
Sementara itu, SMSM terdorong anak usahanya yang mendapatkan dividen senilai Rp20,88 miliar. Prospek yang positif membuat investor asing tertarik untuk investasi di saham ini di saat kondisi pendemi.
Mengutip data dari RTI Business, walau diminati asing dalam beberapa waktu terakhir, harga saham-saham tersebut cenderung melemah. Asal tahu saja, sejak tiga bulan terakhir hingga penutupan perdagangan Jumat (2/10), saham MAPA tercatat melemah 20,63% menjadi Rp2.000.