Update Corona di Jambi
Warga Perumahan Aurduri Positif Covid-19, Kepala Puskesmas: Warga Itu Tak Tahu Dirinya Terpapar
Nurbasnelli, Lurah Penyengat Rendah mengatakan, warga tersebut bahkan tidak tahu kalau dirinya dinyatakan positif Covid-19 hingga tenaga kesehatan dar
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Satu warga Perumahan Aurduri positif Covid-19. Pihak puskesmas mendatangi rumah warga yang berlokasi di RT 21, Kelurahan Penyengat Rendah untuk melakukan tracking.
Nurbasnelli, Lurah Penyengat Rendah mengatakan, warga tersebut bahkan tidak tahu kalau dirinya dinyatakan positif Covid-19 hingga tenaga kesehatan dari Puskesmas Aur Duri datang untuk melakukan tracking.
"Sebenarnya mobil tenaga kesehatandatang bersama petugas itu bukan untuk penjemputan, tapi untuk tracking. Kita mau memberitahukan pelan-pelan. Ternyata memang warga kami itu tidak tahu kalau dirinya positif Covid-19," ujarnya, saat diwawancarai melalui telepon, Rabu (30/9/2020).
Ia dan warga setempat bekerjasama untuk memberitahu warganya yang positif Covid-19 tersebut agar tidak kaget.
• Cara Membuat Masker Agar Kulit Tetap Lembab - Campuran Alpukat, Susu dan Madu
• Tak Jadi Konser Offline, BTS Gelar Konser Online Pada 10-11 Oktober Mendatang
• Usai Dikabarkan Positif Covid-19, Semua Pegawai BPBD Muaro Jambi Menjalani Rapid Test
"Kita koordinasi dengan warga untuk tetap jaga jarak, tapi tingkahnya tidak membuat khawatir dan bertanya-tanya si warga yang positif itu," katanya.
Nurbasnelli menegaskan, itu bukan penjemputan pasien. Tetapi merupakan tracking pihak Puskesmas Aur Duri.
Diketahui pasien melakukan kontak dengan keluarganya, kemudian pasien tersebut melakukan uji swab mandiri.
"Walaupun dia langsung uji swab, tapi dia tidak lakukan isolasi mandiri. Jadi tadi malam semua area dilakukan penyemprotan disinfektan oleh RT setempat," lanjutnya.
Ia mengatakan saat ini masih dilakukan pencarian tempat isolasi oleh pihak rumah sakit. Nakes menyarankan isolasi mandiri dilakukan di rumah pasien tersebut.
"Walaupun isolasi mandiri, tapi tempat isolasi tetap dicari secepatnya. Karena tidak memungkinkan kalau mau isolasi di lingkungan yang banyak penduduk seperti ini" pungkas Nurbasnelli.