Minggu, 12 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Advetorial

Museum Siginjai Gelar Dialog Sejarah Kebudayaan Islam

Nurlaili, Kepala Museum Siginjai dalam sambutannya mengatakan, Seberang Kota Jambi merupakan pusat pembelajaran agama dan tempat madrasah di Jambi.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Istimewa
Museum Siginjai Gelar Dialog Sejarah Kebudayaan Islam 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Museum Siginjai menggelar Dialog Sejarah Kebudayaan Islam, Rabu (30/9/2020).

Dalam dialog tersebut mengangkat tema 'Peran Madrasah Jambi Kota Seberang di Era Globalisasi'.

Dialog itu diadakan di Seberang Kota Jambi, tepatnya di Museum Gentala Arasyi.

Kegiatan itu dihadiri oleh PLT Dinas Kebudayaan Provinsi Jambi, Kepala Museum Siginjai Provinsi Jambi, Kasi Bimbingan dan Komunikasi Museum Siginjai provinsi Jambi, dan perwakilan dari Museum Gentala Arasy.

Restuardy : Penanganan Covid-19 Harus Ditingkatkan

Terinfeksi Covid-19, Joy Tobing Beber Gejala Yang Dirasakan: Rasa di Lidah Mulai Aneh

BUY 1 GET 1 FREE! – Merayakan Quesella Skin Care Menjadi Bagian Maharis Beauty! Jakarta

Nurlaili, Kepala Museum Siginjai dalam sambutannya mengatakan, Seberang Kota Jambi merupakan pusat pembelajaran agama dan tempat madrasah di Jambi.

Kemajuan teknologi di era globalisasi, sangat berdampak kepada sikap anak dalam kehidupan sehari-hari, baik sikap kepada lingkungan, teman maupun keluarga.

"Akibat kemajuan tekhnologi banyak kaidah agama yang sudah hilang terutama di kalangan keluarga, seperti ada waktu di rumah orang tua main hp dan anak juga main hp," jelasnya.

Di sinilah, lanjutnya, Seberang Kota Jambi sebagai pusat belajar agama dan tempat madrasah ikut berperan dalam pembentukan karakter anak-anak muda generasi penerus bangsa.

"Di sinilah peran Seberang Kota Jambi sebagai pusat agama dan ini adalah tanggung jawab kita bersama, tanggung jawab yang besar untuk menyelamatkan generasi," tambahnya.

Teknologi memang harus terus berkembang terutama di era globalisasi, tetapi dengan ada pesantren dan peran orang tua untuk menjadi kontrol sosial bagi generasi muda dan tidak melenceng dari Al Quran dan hadis.

Pjs Gubernur Jambi Berharap Kapasitas Swab Test Mencapai 3.500 Spesimen per Minggu

VIDEO BTS Tak Jadi Konser Offline, Gelar Konser Online 10-11 Oktober

Bawaslu Muaro Jambi Buka Rekrutmen Pengawasan TPS, Catat Ini Tanggal Pendaftarannya

"Teknologi harus maju dan itu memang yang kita harapkan, tapi dalam agama kita jangan lengah, maju dalam tekhnologi tapi dalam agama juga harus di perkuat, tekhnologi boleh Eropa tapi hati tetap Mekah," ucapnya.

Dengan kemajuan teknologi, dapat memberikan kemudahan di kalangan masyarakat, yang sekarang sudah dirasakan oleh masyarakat itu sendiri.

"Di sisi lain, di zaman Covid-19 dengan kemajuan tekhnologi, bisa mengembangkan usaha, bisa melakukan pekerjaan online, akses informasi lebih cepat, tapi ingat kita harus tetap berpegang dari Al-quran dan hadis," tutupnya.

Ia juga mengatakan untuk itu pesantren harus memperkuat akidah jangan terlarut dengan tekhnologi, orang tua harus dapat mengontrol sikap anak terutama pada teknologi.

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved