Berita Nasional

Febri Diansyah Mundur Jadi Jabatannya, Independensi KPK Disorot Lewat Empat Persoalan Terkait Ini

Keputusannya itu mundur dari KPK membuat publik bertanya-tanya, ada apa dengan lembaga anti rasuah itu.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mundur dari Jabatannya di Komisi antirausah itu(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG) 

TRIBUNJAMBI.COM - Kabar mengejutkan beberapa hari lalu dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah memutuskan untuk mundur dari jabatannya sekaligus dari statusnya sebagai pegawai KPK.

Keputusannya itu mundur dari KPK membuat publik bertanya-tanya, ada apa dengan lembaga antirasuah itu.

Ia mengungkapkan, sejak Undang-Undang KPK yang baru disahkan, komisi antirasuah ini telah mengalami perubahan yang cukup signifikan.

Firli Bahuri Dinyatakan Bersalah, Presiden Jokowi Dianggap Gagal karena Salah Pilih Pimpinan KPK

Sosok Febri Diansyah Mantan Karo Humas KPK, Daftar Harta Kekayaannya Saat Putuskan Mundur

Mundur dari Posisi Karo Humas KPK, Harta Kekayaan Febri Diansyah Cuma Segini

"Kondisi KPK memang sudah berubah baik dari segi regulasinya dan kita tahu kurang lebih sudah satu tahun UU KPK disahkan tapi kami tidak langsung meninggalkan KPK saat itu dan berupaya berbuat sesuatu," kata Febri seperti dilansir dari Kompas.TV.

Di dalam surat pengunduran dirinya, Febri menegaskan, pentingnya langkah yang lebih serius di dalam upaya pemberantasan korupsi.

KPK seharusnya dapat menjadi contoh sekaligus harapan bagi banyak pihak dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dari korupsi. Karena itu, ia menyatakan, independensi KPK adalah sebuah keniscayaan.

"Namun kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK," tulis Febri seperti dilansir dari Antara.

Mantan Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.
Mantan Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. (Tribunnews.com/ Ria Anatasia)

Persoalan independensi KPK memang cukup mendapatkan sorotan dari publik.

Banyak pihak yang beranggapan bahwa pengesahan UU baru merupakan upaya pelemahan KPK.

Kompas.com mencatat, setidaknya ada empat hal yang cukup mendapatkan perhatian publik di dalam upaya pelemahan terhadap KPK.

1. Pemberhentian Kompol Rosa

Kompol Rosa Purbo Bekti merupakan penyidik KPK yang berasal dari kepolisian. Ia diketahui merupakan salah satu penyidik yang ikut diperbantukan dalam kasus dugaan suap yang menyeret nama politikus PDI Perjuangan, Harun Masiku dan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Rencana pengembalian Kompol Rosa ke kesatuannya menguat di tengah upaya penyelidikan yang sedang dilakukan oleh KPK.

Wadah Pegawai KPK dan Indonesia Corruption Watch ( ICW) menilai, langkah pengembalian Kompol Rosa merupakan sebuah bentuk pelemahan tersebut.

Deretan Makanan Enak Pengganti Obat Kuat, Bangkitkan Gairah Agar Jago di Atas Ranjang

Ayu Ting Ting Terinfeksi Covid-19? Begini Pengakuan Ivan Gunawan hingga ART Sang Biduan Kaget

Biaya Perawatan Satu Pasien Covid-19 Tanjabbar Capai Rp 300 Juta, Ini Kata Kepala Dinas Kesehatan

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved