Breaking News:

Tragedi G30S PKI

Chaterine Jadi Saksi Penembakan Ayahnya DI Panjaitan saat G30S PKI, Tembak di Dahi Diseret Dilempar

Sebelum menembak DI Panjaitan, para tentara pejemput itu lebih dulu menembak dua orang lainnya di rumah itu. DI Panjaitan dibunuh pada 1 Oktober 1965

YouTube iNews/Wikipedia
Chaterine Panjaitan - DI Panjaitan 

TRIBUNJAMBI.COM - Aksi Gerakan 30 September atau G30S PKI merupakan peristiwa yang kejam.

Diketahui, Donald Isaac Panjaitan atau DI Panjaitan merupakan salah satu dari tujuh perwira TNI AD yang menjadi korban kekejaman G30S PKI pada tahun 1965.

Menjelang subuh, DI Panjaitan ditembak oleh PKI di rumahnya sendiri.

Sebelum menembak DI Panjaitan, para tentara pejemput itu lebih dulu menembak dua orang lainnya di rumah itu.

DI Panjaitan dibunuh pada 1 Oktober 1965.

Pahlawan Revolusi
Pahlawan Revolusi ()

Sang putri bernama Catherine Panjaitan menjadi saksi mata. Ia melihat sendiri penembakan ayahnya.

Dikutip dari berbagai sumber, arsip berita Tribunnews.com dan kanal Youtube iNews Talkshow & Magazine, Catherine mengatakan, antek PKI datang ke rumahnya saat pagi hari tanggal 1 Oktober 1965.

Catherine ketika itu terbangun sekitar pukul 4.00 WIB.

"Banyak suara sepatu boots," terangnya.

Jenderal ke-8 yang Lolos dari Sergapan pada G30S PKI, Bagaimana Brigjen Achmad Sukendro Selamat?

Daftar Nama & Jabatan 10 Pahlawan Revolusi Korban G30S/PKi, Fakta Kekejaman di Lubang Buaya

Saat melihat ke luar jendela dari kamarnya di lantai dua, Catherine melihat puluhan orang berseragam tentara telah mengepung rumahnya.

Halaman
1234
Editor: suci
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved