Virus Corona
Siapa Sebenarnya Dr Li Meng Yan Ilmuwan China yang Sedang Diburu karena Penelitian Wuhan
"Pertama, soal pasar basah di Wuhan, itu hanya kedok dan virus ini tidak berasal dari alam," klaim Yan, yang menjelaskan bahwa dia tahu...
Siapa Sebenarnya Dr Li Meng Yan Ilmuwan China yang Sedang Diburu karena Penelitian Wuhan
TRIBUNJAMBI.COM - Kota Wuhan di China kondisinya sudah membaik, berbeda dengan beberapa bulan lalu.
Namun Dr Li Meng Yan, ilmuwan China, membuat pernyataan mengejutkan.
Pakar virologi China itu dilaporkan telah bersembunyi karena takut keamanannya terusik membuat pernyataan publik yang menggemparkan.
Dikutip Diario AS, Dr Li Meng Yan mengklaim bahwa dia punya bukti pembuatan virus corona alias Covid-19 di Laboratorium Wuhan.
• Dalam Dua Hari 74 Karyawan BRI Padang positif Covid-19, Kantor Cabang Langsung Ditutup
• Begini Kondisi Wali Kota Jambi Syarif Fasha, Setelah Putra Bungsunya Meninggal
• Setelah Wano, Oda Sensei Sebut Masih Ada Satu Perang Hebat yang Sudah Menanti Luffy dan Krunya
Dr Yan, seorang ilmuwan yang sebelumnya melakukan penelitian Covid-19 tahun lalu membuat pernyataan itu pada Jumat (11/9/2020) selama wawancara dalam talk-show Inggris "Loose Women".
Ketika ditanya di mana virus mematikan yang telah membunuh lebih dari 900.000 orang di seluruh dunia itu berasal, Yan, dari sebuah lokasi rahasia melalui siaran video menjawab, "Dari laboratorium di Wuhan yang dikontrol oleh pemerintah China."
Dia bersikeras bahwa laporan-laporan penyebaran tentang virus yang berasal dari pasar basah Wuhan, China hanyalah "kedok".
"Pertama, soal pasar basah di Wuhan, itu hanya kedok dan virus ini tidak berasal dari alam," klaim Yan, yang menjelaskan bahwa dia tahu itu semua dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (CDC) China, dan dari dokter lokal.
Pakar virologi itu sebelumnya juga menuduh Beijing telah berbohong tentang pengetahuan soal virus mematikan corona dan selama ini mereka telah berusaha menutupi apa yang diupayakan Dr Yan.
Menurut Dr Yan, dia mengklaim juga mantan supervisor-nya di Hong Kong School of Public Health, sebuah laboratorium untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hanya bungkam ketika Dr Yan menyuarakan peringatan soal penularan dari manusia ke manusia pada Desember tahun lalu.
Pada bulan April, Yan dilaporkan melarikan diri dari Hong Kong ke Amerika karena dia sadar tentang wabah itu.
Kini, dia berencana untuk melepas semua bukti ilmiahnya untuk membuktikan bahwa virus itu dibuat di dalam sebuah laboratorium di Wuhan.
“Urutan genomnya seperti sidik jari manusia,” katanya dalam talk-show.
“Jadi berdasarkan ini Anda dapat mengidentifikasi hal-hal ini. Saya menggunakan bukti ... untuk memberi tahu orang-orang mengapa ini berasal dari laboratorium di China, mengapa hanya mereka yang membuatnya.”