Kisah Memilukan Intan dan Dua Anaknya Tewas Berpelukan Saat Kebakaran di Toko, Sempat Telepon Ibunya

Kebakaran toko Muda Jaya di Cureh, Kota Juang Bireuen, sekitar pukul 22.15 WIB, Senin (21/09/2020) menyisakan k

Editor: rida
AP PHOTO/Hussein Malla  
Foto ilustrasi: Api mengepul dari pelabuhan di Beirut, Lebanon, pada 10 September 2020. Kepanikan terjadi akibat insiden kebakaran itu, yang mengingatkan publik akan dua ledakan yang mengguncang pada Agustus lalu, dan menewaskan ratusan orang 

TRIBUNJAMBI.COM- Kebakaran toko Muda Jaya di Cureh, Kota Juang Bireuen, sekitar pukul 22.15 WIB, Senin (21/09/2020) menyisakan kisah menyedihkan.

Intan (35) ditemukan meninggal bersama dua anaknya dalam musibah tersebut.

Gegara Perintah Nonton Film G30S PKI, Gatot Nurmantyo Sebut Jadi Sebab Ia Dicopot dari Panglima TNI

Jika Indonesia Alami Resesi, Apa Dampaknya pada Masyarakat?

Blak-blakan Ruben Onsu Ungkap Rencana Mundur Dari Dunia Artis, Ungkap Sosok Sarwendah Dalam Hidupnya

Sebelum meninggal akibat dikepung asap tebal dan terjebak dalam kamar mandi, korban sempat meminta tolong pada ibunya bernama Darmani (60) di Desa Tanjong Awe, Geudong Pase, Aceh Utara melalui HP.

“Saat itu ia menelepon ibunya dan mengatakan ia sedang terjebak dalam kebakaran toko. Ia meminta tolong. Tolong.. tolong mak berkali-kali, dan kemudian jaringan HP terputus,” ujar Abdul Muthaleb (71), orang tua korban kepada Serambinews.com saat menunggu prosesi fardhu kifayah anak dan dua cucunya di RSUD Bireuen.

VIDEO Rivan Nurmulki Atlet Voli Asal Jambi Direkrut Tim Jepang, Cita cita Go Internasional Terwujud

VIDEO Ariel Tatum dari Perjalanan Karier Hingga Perubahan Bentuk Tubuhnya

Teddy Gusnaidi Sindir Eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang Sebut Soal Kebangkitan PKI di Indonesia

Mendapat telepon dari anaknya yang sedang terjebak kebakaran, Abdul Muthaleb dan istrinya Darmani serta keluarga lainnya segera berangkat ke Bireuen dengan minibus.

“Saat itu tidak terbayang sama sekali anak dan dua cucunya meninggal dunia, apalagi baru dua
hari lalu pulang ke Geudong,” ujarnya.

Dalam perjalanan buru-buru melewati jalan elak setelah melewati Lhokseumawe, istrinya kembali mendapat telepon dari keluarga lainnya dimana muncul kalimat Innalillahi wainna Ilaihi Raji’un.

Susah Tidur Setelah Minum Kopi, Coba Beberapa Cara Berikut Ini Agar Mata Terpejam

Sebulan Jadi Janda, Meggy Wulandari Menikah Siri dengan Pengusaha Ekspedisi

Sempat Tampil Bersama, Begini Nasib Sule Usai Nunung Srimulat Sekeluarga Dinyatakan Positif Covid-19

Misteri Lama Terungkap Penyebab Gisella Anastasia Gugat Cerai Gading Marten, Aduh

Mendengar kalimat tersebut dalam informasi singkat yang ia terima, membuat Abdul Muthaleb terdiam.

Sedangkan istrinya nyaris pingsan dalam mobil.

Setiba di RSUD Bireuen yang berjarak sekitar 30 meter dengan kamar mayat RSUD Bireuen, terdengar suara tangisan diselingi kalimat Laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah dari Darmani, sejak tiba di rumah sakit sampai mobil jenazah berangkat.

Sedangkan ayah korban, Abdul Muthaleb berjalan dengan juga wajah sembab. Beberapa keluarga lainnya pun ikut membopong Darmani, ibu kandung Intan.

Amatan Serambinews.com saat menunggu fardu kifayah ketiga korban kebakaran, yaitu Intan (35), Syifa Humaira (10) dan Nasuha (7), ada puluhan keluarga dari Geudong, Aceh Utara, tiba di Bireuen dengan wajah sembah.

“Tolong pegang mak sebentar, jangan sampai jatuh,” ujar anggota keluarga lainnya yang diminta membantu Darmani masuk ke kamar mayat untuk melihat anak dan dua cucunya yang sudah meninggal dunia.

Sedangkan M Jafar, suami dari Intan terus didampingi keluarga lainnya saat mengkafankan istri dan dua anaknya.

Usai dikafankan di kamar mayat, terlihat kedua tangan M Jafar mengusap kepala istri dan dua anaknya sebelum dimasukkan ke peti jenazah untuk kemudian dibawa pulang ke Geudong Pase, Aceh Utara.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved