Berita Nasional
Gegara Perintah Nonton Film G30S PKI, Gatot Nurmantyo Sebut Jadi Sebab Ia Dicopot dari Panglima TNI
Gegara Perintah Nonton Film G30S PKI, Gatot Nurmantyo Sebut Jadi Sebab Ia Dicopot dari Panglima TNI
Gatot, secara terang-terangan menyebut, orang yang memberikan nasihat tersebut berasal dari sebuah partai.
Orang tersebut, bahkan, mengingatkan, Gatot akan dicopot dari jabatannya jika melanjutkan seruannya tersebut.
Tapi Gatot tidak gentar.
Ia tetap menyerukan agar masyarakat menonton film itu.
"Pada saat itu saya punya sahabat dari salah satu partai, saya sebut saya partai PDI, menyampaikan 'Pak Gatot hentikan itu Kalau tidak pasti Pak Gatot akan diganti.
Saya bilang terimakasih, Tapi saya gas, karena ini adalah benar-benar berbahaya.
Dan benar-benar saya diganti," jelasnya.
• Gisella Anastasia Buat Pengakuan Mengejutkan, Sebut Masih Sayang Gading Marten Meski Sudah Bercerai
• Akhirnya Mulai 4 Oktober Arab Saudi Buka Kembali Pelaksanaan Umrah, Ini Kapasitas Jamaahnya
Gatot menambahkan, gerakan PKI gaya baru semakin nyata saat ini lantaran berhasil mengganti Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni.
Padahal, menurut Gatot, Pancasila pada 1 Juni ini adalah konsep Trisila dan Ekasila yang disampaikan Bung Karno.
Diusulkannya Rancangan Undang-Undang Halauan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang saat ini prosesnya dihentikan, bukan dicabut juga menandakan adanya kekuatan yang ingin mengganti Pancasila.
"Maka mereka sudah investasi lebih dulu, jadi mereka secara tidak langsung hampir seluruh bangsa memperingati Hari Pancasila pada 1 Juni.
Dan lebih lanjut lagi adanya RUU HIP," kata Gatot.
Lihat pernyataan Jenderal Gatot selengkapnya:
Khilafah dan Hizbut Tahrir Fakta di Depan Mata
Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi, menyindir Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang membahas soal kebangkitan komunisme di Indonesia.