Berita Tanjab Timur
Masuk Kategori Blank Spot, Siswa di Tiga Desa di Kecamatan Sadu Tak Bisa Belajar Online
Seperti halnya yang dirasakan oleh para siswa di tiga desa yang ada di Kecamatan Sadu.
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Beberapa wilayah di Kabupaten Tanjabtim masih belum siap menerapkan secara daring atau online.
Seperti halnya yang dirasakan oleh para siswa di tiga desa yang ada di Kecamatan Sadu.
Sadu merupakan kecamatan terujung di Kabupaten Tanjabtim yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Selatan.
• BREAKING NEWS: Anak Bungsu Wali Kota Jambi Dikabarkan Meninggal Dunia
• Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun Anak Walikota Jambi Meninggal Dunia, Sebelumnya Positif Covid-19
• Ribuan Siswa dan Guru di Muaro Jambi Bakal Dapat Kuota Gratis dari Kemendikbud Akhir Bulan Ini
Para siswa yang berada di daerah itu masuk dalam kategori blank spot.
Secara teknis tidak dapat menjalankan program yang diinginkan Kementrian Pendidikan.
Ini dikatakan oleh Camat Sadu, Frans Afrianto saat diwawancarai. Katanya, terkait metode pembelajaran dengan sistem daring di Kecamatan Sadu saat ini sudah berjalan lancar.
Memang ada tiga desa yang belum bisa maksimal dalam pelaksanaannya program kementrian.
"Tiga desa tersebut masuk dalam zona blank spot. Yakni Desa Sungai Cemara, Labuhan Pering dan Desa Sungai Benuh," jelasnya, Senin (21/9/2020).
"Insya Allah jaringan listrik tahun ini sudah di bangun di sana. Selain itu kami juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengatasi permasalahan jaringan komunikasi di sana," tambahnya.
Lebih lanjut dijelaskan Frand, mengenai jaringan WIFI Desa sebenarnya sudah ada, akan tetapi kapasitasnya masih kecil dan hanya bisa meliputi kantor Desa, dengan penggunaan kuota yang sedikit.
"Jadi dengan keterbatasan tadi belum bisa untuk disebarluaskan ke daerah-daerah sekitar kantor Desa," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/camat-sadu-frans-afrianto.jpg)