Berita Bungo
Sudirman Zaini Kunjungi Pasar Atas Muara Bungo, Para Pedagang Curhat Minta Perubahan
Adanya perubahan atas situasi saat ini disampaikan Lapendos, Ketua Persatuan Pedagang PTM seraya menyampaikan keluhan terhadap semrawutnya pengelolaan
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, MUARABUNGO - Kondisi Pasar Tradisional Modern (PTM) atau Pasar Atas Muara Bungo yang membutuhkan perhatian pemerintah itu disampaikan disela-sela kunjungan Sudirman Zaini, mantan Bupati Bungo periode 2011-2016.
Adanya perubahan atas situasi saat ini disampaikan Lapendos, Ketua Persatuan Pedagang PTM seraya menyampaikan keluhan terhadap semrawutnya pengelolaan pasar saat ini.
Bahkan untuk pengelolaan dan perubahan posisi putar arah bagi para pedagang dan pembeli yang diarahkan ke lampu merah dinilai tidak efisien dan menyulitkan siapapun yang hendak ke pasar.
• VIDEO Kasus Positif Covid-19 di India Terus Melonjak Capai Angka 5,4 Juta
• Pendeta Jadi Korban, KKB Papua Lagi-lagi Jalankan Aksi Biadab Lakukan Penembakan di Intan Jaya
• Cek Endra-Ratu Munawaroh Siap Kapanpun Pilkada Digelar
Dia menyampaikan bahwa situasi pasar yang berada ditengah Kota Muara Bungo itu perlu perhatian pemerintah. Sebab situasinya saat ini memperihatinkan.
Terlebih mengenai pembatas medan jalan akses masuk ke pasar dinilai mempengaruhi pembeli, sebab warga terlalu jauh memutar ke arah traffic light (lampu lalulintas).
Untuk itu pihaknya telah mengajukan perubahan posisi telagh beberapa kali, namun hingga kini belum mendapatkan tanggapan.
"Kami sudah beberapa kali mengajukan proposal agar media jalan akses masuk pasar bisa didepan pasar tanpa ke Lampu merah, surat itu dilengkapi tandatangan seluruh pedagang namun belum disetujui," katanya, Minggu (20/9/2020)
Dia mengungkapkan dimasa kepemimpinan sebelumnya (Sudirman) bahwa segala urusan tentang pasar sangat mudah.
Oleh karena itu dia berharap kepada Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati dapat memperhatikan kondisi mereka. Terkhusus kepada Sudirman- Erick yang telah menyapa para pedagang itu.
"Siapapun bupatinya kami mohon akses masuk ke pasar agar dikaji ulang. Pasar butuh pedagang, dan pedagang butuh pembeli. Kalau begini pedagang nggak mau berjualan disini karena pembeli sepi," harapnya.
Ditempat lain, seorang pedagang mengutarakan tidak adanya perhatian dalam beberapa tahun terkahir. Hal itu menyebabkan pendapatan para pedagang dengan situasi saat ini sangat berkurang.
"Pokoknya tahun 2020 ini kami ingin perubahan, kami dak mau lagi termakan janji," katanya.