Suami Sudah Melarang Jadi PSK, Wanita Ini Nekat Layani 6 Pelanggan Dalam Satu Hari, Akhirnya Tewas

Kasus tewas seorang pekerja seks komersial ( PSK) berinisial DP warga Solo, Jawa Tengah masih didalami polisi.

Editor: Rahimin
iStockphoto
lustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Kasus tewas seorang pekerja seks komersial ( PSK) berinisial DP warga Solo, Jawa Tengah masih didalami polisi.

PSK tersebut tewas, di sebuah hotel di Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY), Minggu (13/9/2020).

Menurut pengakuan suami DP kepada polisi, dirinya telah melarang istrinya bekerja sebagai PSK.

"Sebenarnya suami ini tidak mengijinkan si istri akan berbuat seperti itu. Tapi kalau diingatkan (istrinya) minta cerai," kata Kanit Reskrim Polsek Depok Barat Iptu Isnaini saat ditemui wartawan, Selasa (15/9/2020).

Daftar 23 Daerah Yang Berstatus Zona Merah Selama Tiga Pekan Ini, Ada di 11 Provinsi

Untuk Pilgub Jambi 2020, Alumni APDN Buat Komunitas Khusus Dukung Al Haris

Presiden Minta Menteri-menteri Ini Pantau Perkembangan Penanganan Covid-19 di 9 Provinsi

Seperti diberitakan sebelumnya, saat kejadian itu suami DP ternyata sedang berada di kamar berbeda di hotel tersebut.

Dirinya pun turut meringkus pria yang menjadi pelanggan istrinya tersebut.

Selain itu, dari hasil pemeriksaan sementara, DP diduga telah melayani 6 pelanggan di hari naas itu.

Ilustrasi pekerja seks komersial
Ilustrasi pekerja seks komersial (Kompas.com)

Pria terakhir yang berada di kamar bersama DP adalah AP, warga Purworejo, Jawa Tengah.

AP telah ditetapkan menjadi tersangka atas dasar kelalaian dan diduga mencuri dua telepon genggam milik korban.

Selain AP, polisi juga menetapkan suami DP sebagai tersangka dalam kasus itu.

Duaarr Satpam Wanita di Ponorogo Ketemu Kuntilanak saat Jaga, Pintu Kaca Langsung Diterjang

Pemilih Untuk Pilgub Jambi di Merangin Berkurang Sampai 12 Ribu, Hasil Coklit Tim KPU

Hore, Tenaga Honorer Juga Dapat Bantuan Langsung Tunai Rp 2,4 Juta, Ini Penjelasan Airlangga

"Kita tetapkan tersangka terkait dengan dugaan tindak pidana pencurian atas dua handphone milik korban yang dikuasi oleh pelaku. Termasuk karena kelalaianya sehingga menyebabkan orang lain meninggal," urainya.

Seperti diketahui, AP diduga tak menolong korban saat kejang-kejang dan hanya menutupi wajah korban agar suaranya tidak terdengar dari luar.

Ilustrasi PSK
Ilustrasi PSK (ist)

"Mestinya menolong tapi malah menutup dengan kaos milik korban, agar suaranya tidak terdengar keluar kamar," jelasnya.

Tak ada tanda-tanda kekerasan

Sementara itu, dari hasil otopsi, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved