Suami Merantau, Istri Bercinta dengan Berondong hingga Melahirkan Lalu Buang Janin Hasil Selingkuh

Berawal dari suami merantau, seorang wanita di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) bercinta dengan berondong.

Editor: Heri Prihartono
Tribun Bali / Made Dwi Saputra Ilustrasi
Suami Merantau, Istri Bercinta dengan Berondong hingga Melahirkan Lalu Buang Janin Hasil Selingkuh 

Setelah itu, PP langsung kembali ke rumahnya.

Terunkapgnya kasus pembuangan bayi ini berkat kerja aparat Polsek Waigete, Pospol Talibura dan bidan desa serta aparat desa.

Di mana pagi tadi, Rabu (16/9/2020) aparat polisi dan bidan memeriksa langsung MM.

Ia pun mengakui perbuatannya. Pasalnya, bidan menemukan fakta kalau MM baru melahirkan belum sampai satu minggu.

MM akhirnya menjelaskan, bayi itu hasil hubungan ia dan PP, seorang pria bujangan di Tuabao.

Sebelumnya, warga Pahit, Desa Tuabao, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Senin (14/9/2020) malam melaporkan menemukan janin perempuan yang dibungkus dalam kantong plastik.

Janin perempuan yang ditemukan warga saat mencari mente di kebun Patrisius Nong Pit telah dilaporkan ke Pospol Talibura dan ditangani aparat Polsek Waigete.

Kejadian penemuan janin bayi perempuan yang sudah meninggal dunia ini dibenarkan Kapolres Sikka, AKBP Sajimin melakukan Kasubag Humas, AKP Petrus Kanisius, Selasa (15/9/2020) siang.

Sementara itu, data yang diperoleh POS-KUPANG.COM di Maumere, menjelaskan, peristiwa penemuan mayat berupa janin bayi berjenis kelamin perempan terjadi pada Senin (14/9/2020) malam.

Sesuai keterangan saksi kepada aparat polisi, pada Senin tanggal 14 September 2020 pagi sekira pukul 08.00 wita ada warga pergi  ke kebun untuk memilih jambu mente lalu melihat di TKP ada tumpukan batu dan gemburan tanah.

tribunnews
JANIN-Tim Identifikasi Polres Sikka sedang melakukan olah TKP kasus penemuan janin perempuan yang ditemukan di kebun mente warga Desa Tuabao, Kecamatan Waiblama, Sikka. (FOTO POLRES SIKKA UNTUK POS-KUPANG.COM)

Warga ini berpikir apa yang ia lihat disampaikan kepada Ketua RT supaya tanyakan apakah ada masyarakat yang kubur binatang yang mati di kebun.

Kemudian warga menanyakan kepada Pak RT bilang "bapak RT, mungkin ada yang kubur binatang mati di kebun. Lalu Pak RT menjawab bilang " Di sini tidak ada binatang yang mati" lalu warga  kembali ke TKP dan selanjutnya korban kembali ke rumahnya dan karena mempunyai firasat yang tidak baik lalu langsung melaporkan ke Pospol Talibura.

Selanjutnya warga kembali ke TKP dengan membawah Kepala Desa Tuabao, Thomas Tota bersama masyarakat sekitar dan menuju ke TKP dan setelah tiba di TKP Saksi I langsung menggali tumpukan tanah tersebut dan mendapati kantung plastik warna biru dan hitam. Setelah kantong plastik tersebut dibuka, ditemukan mayat janin bayi sehingga Kepala Desa Tuabao langsung menghubungi Pospol Talibura dan melaporkan kejadian tersebut

Dan pada hari Selasa tanggal 15 September 2020 sekira pukul  09.00 wita, anggota Pospol Talibura, anggota Polsek Waigete bersama Paur Identifikasi Polres Sikka bersama anggota menuju TKP dan melakukan olah TKP.

Di TKP, janin itu dilakukan pemeriksaan luar oleh dokter Puskesmas Tanarawa, dr. Maria Taroci Kuna.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved