Hari Raya Galungan dan Kuningan
Sama-Sama Hari yang Disucikan Umat Hindu, Ini Perbedaan Hari Raya Galungan dan Hari Raya Kuningan
Hari raya galungan dan kuningan kedua hari yang disucikan bagi umat Hindu itu berbeda satu sama lainnya.
Penjor merupakan bambu yang dihias dengan janur dan dipasang di pinggir jalan di Bali.
• Banyak Pekerja Menunggu Bantuan Subsidi Gaji Belum Juga Cair, Ternyata Ini Penyebabnya
Menurut Pitana, wisman kerap berkunjung ke pura untuk menyaksikan jalannya perayaan Galungan.
"Mereka tetap boleh masuk ke pura, asalkan berpakaian sopan atau adat Bali. Kedua, kalau memotret jangan pakai flash. Lalu, perempuan tidak sedang haid," sambung dia.
Namun, untuk perayaan Galungan kali ini, pemandangan tersebut tidak bisa terlihat karena Bali belum menerima wisman akibat pandemi Covid-19.
Kuningan, saat di mana dewa-dewa dan leluhur kembali ke surga
Kuningan dirayakan 10 hari setelah Hari Suci Galungan. Hari Raya Kuningan dimaksudkan untuk merayakan saat di mana Dewa-dewa dan leluhur kembali ke surga setelah bertemu keturunannya.
"Kalau Kuningan, Dewa-dewa leluhur kembali ke surga. Puncaknya tetap di Galungan. Kuningan itu mereka sudah kembali," kata Pitana.
• G30S/PKI - Perwira Ini Bocorkan Rencana Penculikan Para Jenderal ke Soeharto, Tapi Malah Dipenjara
Pertunjukan tari Bali memeriahkan hari raya Kuningan di Pura Sakenan, Pulau Serangan, Denpasar, Bali, Sabtu (8/9/2012). Hari raya Kuningan menutup rangkaian hari raya Galungan yakni 10 hari sesudahnya. Kata kuningan sendiri memiliki makna ka-uningan yang artinya mencapai peningkatan spiritual dengan cara introspeksi agar terhindar dari mara bahaya.
Biasanya, orang akan mengucapkan Selamat Hari Suci Galungan dan Hari Raya Kuningan secara bersamaan pada hari Galungan.
Namun, bagi Pitana, ia lebih memilih untuk memisahkan pengucapan selamat tersebut.
"Kalau saya lebih sering memisahkannya, karena jarak 10 hari. Sekarang kita sebutkan Selamat Galungan, 10 hari kemudian kita sebutkan Selamat Hari Raya Kuningan, seperti itu," ujar dia.
Hari Raya Kuningan juga tak terlalu dirayakan dengan meriah oleh umat Hindu di Bali. Puncak perayaan tetap ada di Hari Suci Galungan.
• Banyak Calon Tunggal Maju di Pilkada 2020, Partai Politik Diminta Harus Instrospeksi
Oleh karena itu, wajar apabila hari Kuningan digelar secara sederhana oleh umat Hindu di Bali maupun di daerah lainnya.
"Kuningan itu kecil. Biasalah, misalnya seperti kita upacara di kantor, dibuka oleh menteri, ditutup pak Lurah, misalnya. Jadi pembukaannya besar, penutupannya sekadarnya saja," ujar Pitana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/umat-hindu-menjalani-persembahyangan_20160907_094933.jpg)