Modus Belajar Online Banyak Remaja Hubungan Intim,Imbasnya Pernikahan Dini Meningkat di Daerah Ini!

Berawal dari belajar online, sejumlah remaja di Ponorogo diduga berhubungan intim hingga berimbas pada pernikahan dini.

Editor: Heri Prihartono
Tribun Bali / Made Dwi Saputra Ilustrasi
Modus Belajar Online Banyak Remaja Hubungan Intim, Kasusnya Meningkat di Daerah Ini! 

Menurut Bunga, ia tidak sembarang menerima lelaki yang mengajaknya berkencan diatas ranjang.

"Saya awalnya pilih-pilih. Tidak semua orang yang mengajak saya kencan, saya iyakan.

Cenderung pilih yang masih muda-muda. Soalnya masih takut kalau ada apa-apa. Setidaknya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan bayar kos," jelasnya.

Dalam semalam, Bunga hanya membatasi maksimal dua pria orang hidung belang saja.

Media yang dia gunakan untuk mejual diri yakni melalui aplikasi MiChat maupun Twitter.

Ia pun mengkau hanya memberikan layanan kencan singkat atau biasa disebut short time kepada pelanggannya di kamar hotel.

Tarif yang ditawarkan sekali short time seharga Rp 700 ribu.

"Saya masih tidak berani long time. Hanya sort time saja. Itupun eksekusinya di hotel tertentu, karena saya juga ingin jaga keamanan diri. Sekali ST (short time) saya tarif Rp 700 ribu maksimal durasi 1 jam.

Pembayaran juga saya lakukan saat ketemu atau COD, biar pelanggan tidak menganggap saya penipu," ujar wanita yang kini berusia 26 tahun ini.

Namun, seiringnya berjalan waktu, lamaran pekerjaan yang ia sebar rupanya direspon oleh sebuah perusahaan swasta di wilayah Kota Semarang.

Saat itu, ia pun bekerja di perusahaan tersebut untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Meski kerap mejajakan diri sebagai PSK online, namun penampilan Bunga sehari-hari tak menunjukan dandanan yang seronok.

Bahkan, pakaian yang digunakan sehari-hari cenderung sopan.

"Jujur tidak ada yang tahu saya seperti ini. Termasuk orangtua saya juga.

Tapi sejak saya sudah kerja, agak mengurangi menjual diri di medsos.

Itupun kalau saya lagi butuh uang tambahan atau enggak capek, baru mau BO. Apalagi saat ada corona, agak hati-hati," imbuh Bunga.

tribunnews
Ilsutrasi PSK ()

Pernah Diajak Nikah Pria Beristri

Bunga mengaku pernah diajak nikah pria beristri.

Menurutnya, pria tersbut merupakan seorang pengusaha asal Semarang yang ingin menjadikannya istri kedua.

Namun, tawaran itu ia tolak.

Menurutnya, ia berprinsip tidak ingin menghancurkan keluarga orang lain.

"Saya hidup enggak mau menyakiti orang lain. Tentu kalau tawaran itu saya terima, istri sahnya akan tersakiti.

Memang sih saya akan dapat banyak materi dari dia. Tapi hati jadi enggak tenang," tegasnya.

Ingin bertobat dan hidup normal

Dilubuk hatinya yang paling dalam, Bunga ingin bertobat dan berhenti menjadi pemuas nafsu pria hidung belang.

Ia mengaku ingin hidup normal seperti wanita lain yang mempunyai anak dan suami.

Bahkan, saat ini ia tengah menggeluti usaha jualan pakaian secara online.

Media sosial yang ia miliki dimanfaatkan untuk memasarkan pakaian yang ia jual.

"Sekarang saya justru sedang fokus jualan baju di medsos," katanya.

Menurutnya, hal itu dilakukan agar bisa menghindari jerat prostitusi online yang selama ini dijalaninya.

Biar punya kesibukan lain dan terlepas dari jerat prostitusi.

Saya hanya ingin hidup normal, menikah, dan membesarkan anak-anak dengan baik," kata dia.

Bunga mengaku saat ini sudah jarang membuka layanan BO di medsos.

Alasannya sederhana, karena dia kini sudah mendapatkan pekerjaan dan takut corona.

Sehingga ia lebih memilih menghindarinya.

"Masih takut kalau harus open BO lagi," tandasnya

( Tribunpekanbaru.com )

Artikel ini telah tayang di Tribunmadura.com dengan judul: Angka Pernikahan Usia Dini Naik Dua Kali Lipar di Kabupaten Ponorogo Selama Pandemi Covid-19

Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul Parah, Judulnya Belajar Kelompok, eh Banyak Remaja yang Behubungan Badan, Terpaksa Dikawinkan, https://pekanbaru.tribunnews.com/2020/09/16/parah-judulnya-belajar-kelompok-eh-banyak-remaja-yang-behubungan-badan-terpaksa-dikawinkan?page=all.


Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved