Breaking News:

VIDEO Diduga Korsleting Listrik, Satu Rumah Panggung di Sarolangun Ludes Dilalap Si Jago Merah

Sebuah rumah tradisional panggung milik warga kampung mesjid, Kelurahan Dusun, Kecamatan Sarolangun habis terbakar.

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Sebuah rumah tradisional panggung milik warga kampung mesjid, Kelurahan Dusun, Kecamatan Sarolangun habis terbakar.

Rumah Ibu Nurhasanah (80) dan keluarga habis dilahap si jago merah sekira pukul 15.30 WIB, Sabtu (12/9).

Kebakaran ini bermula warga yang melihat asap dari rumahnya dan api begitu cepat menyambar ke seluruh bagian ruangan.

Ali wardana warga sekitar kepada tribunjambi.com mengatakan bahwa kejadian kebakaran ini terjadi ketika warga yang melihat api dari depan rumah bu Nur Hasanah.

Saat itu warga lain juga ikut melihat dan ternyata rumah sudah dikelilingi api.

Puluhan Pegawai Imigrasi Kerinci Dites Urine, Jaring Keterlibatan Pegawai dengan Narkoba

VIDEO Inilah 6 Anak Artis yang Pilih Jadi Abdi Negara, Ada yang Jadi Kopassus

"Kami berjibaku padamkan api, dan satu motor bisa kami selamatkan. Sedangkan isi rumah dan lainnya sudah habis terbakar," katanya.

Ketika itu Nurhasanah sedang berada di rumah dan seketika itu warga langsung berbondong membawa bu Nurhasanah keluar.

Bu nurhasanah tak kuasa menahan tangis karena melihat rumahnya dilahap si jago merah. Saat itu warga dan tim pemadam langsung memadamkan api.

Api saat itu begitu cepat membesar dan hampir membakar rumah lain yang ada di sebelahnya.

Saat itu juga warga bersama Damkar, BPBD dan Manggala agni berjibaku memadamkan api.

Danton Damkar Kabupaten Sarolangun Serda Aan Satria mengatakan jika kronologis kejadian terjadi pada pukul 15.30 WIB. Api berasal dari lantai dua rumah tradisonal panggung.

"Penyebab sementara menurut keterangan pemilik, bahwa api berasal dari konsleting listrik," katanya.

Para petugas pemadam dan warga berhasil padamkan api hingga pukul 17.00 WIB.

Sementara itu, pihak BPBD melalui Kabid Kedaruratan dan logistik, Yen Aswadi mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan dan kerugian yang dialami.

"Kerugian belum bisa ditaksir karena semua barang habis. Dan kota masih melakukan pendataan untuk diberikan bantuan,"katanya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved