PDI-P Tetap Ingin Pilkada Digelar 9 Desember, Penundaan Justru Menciptakan Ketidakpastian Baru

PDI Perjuangan tetap ingin pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) digelar pada 9 Desember 2020.

Editor: Rahimin
TRIBUNNEWS.COM/Ferdinand Waskita
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto 

TRIBUNJAMBI.COM - PDI Perjuangan tetap ingin pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) digelar pada 9 Desember 2020

Hal itu dikatakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto.

Walaupun ingin pelaksanaan Pilkada tetap digelar pada 9 Desember 2020, Hasto meminta agar protokol kesehatan dapat diterapkan secara ketat.

"Sikap PDI-P adalah pilkada tetap tanggal 9 Desember, hanya saja seluruh ketentuan protokol pencegahan Covid-19 harus dijalankan," ujar Hasto saat pembukaan sekolah partai PDI-P, Minggu (13/9/2020).

BIN Pamerkan Pasukan Khusus Rajawali di Sentul, Ketua MPR: Selamat! Penampilan Yang Luar Biasa

Terungkap, Jenazah Bocah Dikubur Berpakaian Lengkap di Banten, Dibunuh Ayah dan Ibunya

PSK Kejang-kejang dan Tewas Usai Layani Tamu di Hotel, Suami Korban Nunggu di Kamar Berbeda

Hasto mengatakan, PDI-P tidak menutup mata terhadap berbagai risiko politik apabila pelaksanaan pilkada ditunda.

Menurutnya, penundaan pilkada justru akan menciptakan ketidakpastian baru.

Oleh sebab itu, Hasto menekankan, para calon kepala daerah, khususnya dari PDI-P, harus memberikan contoh dan teladan kepada masyarakat.

Pilkada 2020
Pilkada 2020 (Warta Kota)

Misalnya cara berkampanye yang pesertanya terbatas dan memanfaatkan teknologi digital hingga kampanye door to door yang menjadi opsi.

"Jadi sikap PDI-P tak berubah dengan melihat berbagai faktor, maka pilkada tetap berjalan. Karena negara-negara lain juga berhasil, Korea Selatan, Srilanka berhasil di dalam menjalankan itu," kata dia.

Terjawab Sudah Mengapa Irwan Mussry Tolak Memiliki Anak dari Maia Estianty, Ada Perjanjian Tak Biasa

Kecam Penusukan Syekh Ali Jaber, Mahfud MD: Pelaku Penusukan Adalah Musuh Kedamaian

Sinopsis Drama Korea W Two Worlds Episode 1, Pertemuan Kang Chul dan Yeon Joo dalam Dunia Komik

Hasto pun mengajak seluruh pihak dapat menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 selama Pilkada digelar.

Pilkada 2020 akan digelar di 270 wilayah, meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Semula, hari pemungutan suara Pilkada akan digelar pada 23 September. Namun, akibat wabah Covid-19, hari pencoblosan diundur hingga 9 Desember 2020.

Sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM) meminta tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 ditunda karena penularan Covid-19 yang belum terkendali.

"Dengan belum terkendalinya penyebaran Covid-19 bahkan jauh dari kata berakhir saat ini, maka penundaan tahapan pilkada memiliki landasan yuridis yang kuat," kata Komisioner Komnas HAM Hairansyah dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9/2020).

Apabila tahapan Pilkada tetap dilanjutkan, Hairansyah khawatir kasus Covid-19 semakin tidak terkendali sehingga berpotensi melanggar hak asasi manusia, yaitu hak atas hidup, hak atas sehat dan hak atas rasa aman.

Ada Kader PDI-P Diciduk KPK, Megawati: KPK Itu Saya yang Buat Loh, Jangan Lupa Loh

Kompol Pandu Hendra Sasmita, Penyidik Terbaik KPK Meninggal Karena Sakit

Fasha Umumkan Terpapar Corona, Dari Artis, Warganet, Gubernur dan Bupati Ikut Beri Dukungan Semangat

Menurut Hairansyah, penundaan tahapan Pilkada seiring dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh UN tentang Policy brief on election Covid-19,bahwa pemilu yang dilakukan secara periodik bebas dan adil tetap menjadi suatu hal yang penting.

"Namun harus lebih memperhatikan kesehatan dan keamanan publik (human security) dengan menimbang pada keadaan darurat yang terjadi saat ini," ujarnya.

Hairansyah menyoroti, angka Covid-19 dari data pemerintah pada 10 September 2020 yang menunjukkan peningkatan kasus sebanyak 3.861.

Ilustrasi Pemilu
Ilustrasi Pemilu (.(SERAMBI/M ANSHAR))

Tak hanya itu, tercatat 59 bakal pasangan calon terkonfirmasi positif Covid-19. Hal tersebut, menurut Hairansyah, menunjukkan klaster baru Pilkada benar-benar ada.

Oleh karenanya, Hairansyah meminta pemerintah, KPU dan DPR untuk menunda tahapan Pilkada lanjutan sampai kondisi penyebaran Covid-19 berakhir atau minimal mampu dikendalikan.

Megawati Tak Beri Rekomendasi Kader Yang Cuma Kejar Publisitas, Masih Banyak Yang Mau Jadi Cakada

Sinopsis Chandrakanta Episode 42, Chandrakanta dalam Bahaya

Peringatan Dini BMKG Senin (14/9) - Hujan Lebat Disertai Petir & Gelombang Dominasi Cuaca Ekstrem

"Seluruh proses yang telah berjalan tetap dinyatakan sah dan berlaku untuk memberikan jaminan kepastian hukum bagi para peserta pilkada," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul PDI-P Ingin Pilkada 2020 Tetap Digelar pada 9 Desember

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved