Breaking News:

Bank Indonesia Prediksi Tekanan Inflasi di Jambi Akan Mereda

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jambi memprediksi tekanan inflasi pada September 2020 di Provinsi Jambi mereda.

Tribunjambi/Fitri Amalia
Harga emas meningkat di tengah pandemi Covid-19. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jambi memprediksi tekanan inflasi pada September 2020 di Provinsi Jambi mereda.

Bayu Martanto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi mengatakan, mempertimbangkan kondisi terkini serta kebijakan pemerintah maupun pelaku usaha, meredanya tekanan inflasi utamanya akan didorong oleh masih berlanjutnya penurunan harga komoditas bahan pangan seiring dengan terjaganya pasokan dan lancarnya distribusi.

"Di sisi lain, ketidakpastian pasar keuangan global akibat pandemi covid-19 yang berkepanjangan berpotensi memiliki dampak terhadap kenaikan harga emas global dan memberikan tekanan terhadap inflasi," ujar Bayu, Rabu (9/9/2020).

Pertumbuhan Ekonomi Jambi Terkontraksi Akibat Pandemi Covid-19

Belajar di Masa Pandemi, Dinas Pendidikan Sungai Penuh Lakukan Program Belajar Lewat Radio

Direktur RSUD Raden Mattaher Sebut Romi yang Ingin Dirawat di RS Bhayangkara

Selain itu, KPwBI Provinsi Jambi menyebut inflasi di Jambi pada Agustus 2020 terjaga. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi, pada Agustus 2020 Provinsi Jambi mengalami inflasi bulanan sebesar 0,03% (mtm).

Dengan angka tersebut, maka secara tahunan Jambi mengalami inflasi sebesar 0,38% (yoy) dan secara tahun berjalan tercatat inflasi Jambi sebesar 0,85% (ytd).

Secara keseluruhan, jenis barang dan jasa yang memberikan andil terbesar adalah komoditas pada kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan, yaitu biaya langganan internet (andil 0,13%) dan telepon seluler (andil 0,01%) serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya khususnya komoditas emas perhiasan (andil 0,08%).

"Secara umum, inflasi Provinsi Jambi disebabkan oleh kenaikan biaya langganan internet dan telepon seluler seiring dengan meningkatnya permintaan di masa pandemi dimana terjadi penyesuaian pola hidup di era kenormalan baru yang menuntut penggunaan internet dan gawai yang lebih intens. Kondisi ini juga tercermin dari tumbuhnya LU informasi dan jasa keuangan pada triwulan II 2020 dan diprakirakan berlanjut di triwulan III 2020," sebut dia.

Selanjutnya, inflasi kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya khususnya komoditas emas perhiasan terjadi seiring dengan perkembangan harga emas global yang meningkat di tengah peningkatan ketidakpastian global.

Sementara itu kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi dan menjadi penahan inflasi pada Agustus 2020. Beberapa komoditas bahan pangan yang mengalami deflasi, yakni daging ayam ras (andil deflasi 0,26%), bawang merah (andil deflasi 0,10%), bayam (andil deflasi 0,03%), ikan gabus (andil deflasi 0,03%), kacang panjang (andil deflasi 0,02%), dan kangkung (andil deflasi 0,02%).

"Penurunan harga pada komoditas bahan pangan sebagai dampak dari terjaganya pasokan di tengah terbatasnya permintaan pada Agustus 2020," ucap Bayu.

Pangdam II/Sriwijaya yakin Polda Jambi Akan Tindak Tegas Pelaku Pembalakan Liar

Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit, Begini Kata Dokter Soal Penyakit Romi Haryanto

Perkembangan inflasi saat ini di kota Jambi inflasi bulanan 0,03% (mtm) sedangkan secara tahun berjalan di angka 0,86% (ytd). Inflasi tahunan Kota Jambi sebesar 0,55% (yoy). Inflasi utamanya didorong oleh peningkatan harga yang terjadi pada biaya langganan internet (andil 0,15%), minyak goreng (andil 0,13%), emas perhiasan (andil 0,07%), beras (andil 0,06%), dan tukang bukan mandor (andil 0,03%).

Sementara komoditas penyumbang deflasi antara lain daging ayam ras (andil -0,28%), bawang merah (andil -0,11%), sepeda motor (andil -0,05%), bayam (andil -0,04%), dan ikan gabus (andil -0,03%).

Selain Kota Jambi BI juga memantau inflasi di Kabupaten Bungo. Berdasarkan pantauan inflasi bulanan Kabupaten Bungo 0,06% (mtm), tahun berjalan sebesar 0,69% (ytd) dan tahunannya -0,92% (yoy). Inflasi utama Kabupaten Bungo didorong oleh peningkatan harga yang terjadi pada komoditas emas perhiasan (andil 0,31%), cabai merah (andil 0,04%), minyak goreng (andil 0,03%), telepon seluler (andil 0,03%), dan kentang (andil 0,03%).

Sementara komoditas penyumbang deflasi antara lain daging ayam ras (andil -0,23%), bawang merah (andil -0,08%), kangkung (andil -0,04%), bayam dan jengkol (andil -0,03%).

Penulis: fitri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved