Tak Kenal Cinta & Sahabat di Korea Utara, Gadis Ini Beberkan Kehidupan Kelam di Negara Kim Jong Un

Banyak hal-hal yang mengerikan yang ia ceritakan sebagai pengalaman yang pernah ia lihat.

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un didampingi para perwira militer menyaksikan latihan pasukan khusus negeri itu.(STR / KCNA VIA KNS / AFP ) 

Sebagai anak-anak, Park sering mendapat kisah bahwa Kim Jong Un dan ayahnya, Kim Jong Il, adalah dewa yang bisa membaca pikiran.

Propaganda tersebut membuat rakyat negara penganut ideologi Juche itu terlalu takut untuk berbicara, bahkan memikirkan kebrutalan keluarga Kim.

 Di sekolah, dia mengklaim mendapatkan pelajaran berhitung menggunakan metrik "Amerika siaan", atau ada sesi yang disebut "sesi kritik".

Di sana, para siswa diajarkan untuk saling menyerang atau menemukan kesalahan teman sekelasnya.

Membuat mereka menjadi saling curiga dan terpecah belah.

 "Kami tidak punya teman di Korea Utara. Yang kami punya hanyalah kamerad. Kami tidak mengenal apa itu hubungan pertemanan," ungkap Park

 Park kemudian mengungkapkan bagaimana dia harus makan serangga untuk hidup, dan menyalahkan rezim Kim yang membiarkan rakyatnya kelaparan.

Baik paman dan neneknya tewas karena kelaparan.

Percintaan Aries Bakal Bahagia, Gemini Tertekan, Berikut Ramalan Zodiak Hari Ini 8 September 2020

Dia kemudian menuturkan adalah hal biasa melihat jenazah korban kelaparan di jalanan

"Anda akan melihat banyak orang sekarat karena kelaparan. Saat itu, saya bahkan tidak tahu bahwa itu adalah hal tak normal," kata dia.

Dia pun menyesalkan keputusan Pyongyang yang menghabiskan hingga miliaran dollar AS hanya untuk menguji coba senjata nuklir.

Menurut Yeonmi Park, jika saja Korut menganggarkan 20 persen saja untuk warganya, maka tidak akan ada ceritanya tewas kelaparan.

Dia juga membantah rumor yang menyatakan Kim Jong Un koma, di mana sumbernya di Pyongyang menyebut sang diktator baik-baik saja.

 Meski begitu, dia mengaku bersyukur bisa lahir di Korut.

 Karena dia merasakan sendiri kesukaran sebelum kemudian membelot dan berpindah ke AS.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved