Breaking News:

VIDEO Sungai di Spanyol Ini Dianggap Mirip Seperti Kehidupan di Mars

Namun lebih dari 50 km bentangan di dekat kota Niebla, satu jam perjalanan ke barat Seville, jalur air yang tampaknya biasa ini berubah menjadi warna

TRIBUNJAMBI.COM - Kamu mungkin tidak akan melihat sesuatu yang aneh tentang Sungai Río Tinto di Spanyol jika melihatnya dari Pegunungan Sierra Morena di Andalusia. Atau saat air itu mengalir ke Teluk Cadiz.

Namun lebih dari 50 km bentangan di dekat kota Niebla, satu jam perjalanan ke barat Seville, jalur air yang tampaknya biasa ini berubah menjadi warna oranye kemerahan. Sekilas terlihat seperti pemandangan dari Planet Mars.

Berarti "Sungai Merah", warna air Sungai Río Tinto bukan satu-satunya yang menarik perhatian.

72 Ribu Pekerja di Jambi Diusulkan Mendapat Subsidi Gaji dari Pemerintah, Sudah Ada yang Cair

Dibantu BNN Pusat, BNNP Jambi Terus Buru Enam Tahanan Kabur, Diimbau Segera Menyerahkan Diri

Daftar Harga iPhone September 2020, Mulai 11 Jutaan iPhone Xr, 7 Plus, 11, 11 Pro Max, 8 Plus, Dll

Dilansir TribunTravel dari laman BBC, banyak sejarawan juga menganggapnya sebagai satu tempat kelahiran Zaman Tembaga dan Perunggu.

Ini karena orang-orang Iberia, Fenisia, Yunani, dan Romawi awal menambang sungai itu untuk tembaga, emas dan perak sekira 3.000 SM.

Penambangan lokal baru berakhir pada 2001, dan selama bertahun-tahun, warna aneh air tersebut diyakini sebagai hasil dari endapan polusi dari penggalian skala besar selama bertahun-tahun.

Namun baru-baru ini para ilmuwan telah menemukan bahwa sumber penampakan sungai seperti Mars ini disebabkan oleh susunan kimianya yang unik dan bersifat asam.

Jarosite, besi dan kalium sulfat, telah lama diketahui keberadaannya dalam jumlah besar di bagian bawah tanah sungai ini, dan dalam beberapa tahun terakhir, mineral tersebut juga ditemukan di Mars.

Selain itu, Planet Mars dan Sungai Río Tinto juga mengandung sejumlah besar gas metana, membuat para ilmuwan menyimpulkan bahwa jika ada air di Mars, kemungkinan besar akan terlihat sangat mirip dengan Río Tinto.

Akibatnya, ahli astrobiologi mulai memperlakukan Río Tinto sebagai laboratorium alami untuk menguji teknik yang mungkin digunakan astronot dalam mengidentifikasi kehidupan Mars.

Menggali jauh di bawah basa asam sungai, para ilmuwan telah menemukan berbagai bakteri dan mikroorganisme, membuat para ahli dengan percaya diri menyatakan bahwa segala bentuk kehidupan di Mars kemungkinan besar ditemukan jauh di bawah tanah Río Tinto.

https://www.youtube.com/watch?v=9Sf-iIqFn_8&feature=youtu.be

Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved