Jumat, 5 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Selamat Hari Olahraga Nasional 2020, Ingat Paspor Indonesia Ditolak Inggris di Olimpiade

Penyebab paspor Indonesia tidak dapat diterima. Kala itu, delegasi Indonesia hanya mau hadir di London dengan membawa nama Indonesia.

Tayang:
Editor: Duanto AS
Sumber foto: Kemenpora (kompasiana/tommybernadus)
Pelari saat PON I di Surakarta pada 9-12 September 1948. 

Begini sejarah Hari Olahraga Nasional di Indonesia. Kala itu, delegasi Indonesia hanya mau hadir di London dengan membawa nama Indonesia. Akhirnya ...

TRIBUNJAMBI.COM - Selamat Hari Olahraga Nasional ke-72 ( Haornas 2020 ).

Hari Olahraga Nasional atau Haornas 2019 jatuh pada 9 September.

Bagi yang belum mengetahui, Haornas dan Pekan Olahraga Nasional ( PON ) pertama memiliki kaitan erat.

Ada sejarah menarik sejarah PON 1 dan Hari Olahraga Nasional.

Rizky Billar Blak-blakan Sebut yang Disukai Dari Lesty Kejora, Mantan Rizki DA Sampai Pingsan!

Tak Tahan Lihat Kemolekan Tubuh Istri Teman Sendiri saat Mandi, ES Perkosa Korban di Kamar Mandi

Ngaku Sudah Tinggalkan Dunia Hitam, Begini Cara Ki Joko Bodo Hidupi 4 Istri Beserta 10 Anak-anaknya

Tahukah Anda awal mula acara terakbar atlet se-Indonesia itu?

Awal mula 1948

Situs wikipedia menuliskan setelah dibentuk pada 1946, Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) yang dibantu oleh Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI) mempersiapkan para atlet Indonesia untuk mengikuti Olimpiade Musim Panas XIV di London pada tahun 1948.

Perlu diketahui, PORI dan KORI saat ini telah dilebur menjadi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Usaha Indonesia untuk mengikuti olimpiade pada saat itu menemui banyak kesulitan.

PORI sebagai badan olahraga resmi di Indonesia, pada saat itu belum diakui dan menjadi anggota Internasional Olympic Committee (IOC).

Imbasnya para atlet yang akan dikirim tidak dapat diterima dan berpartisipasi dalam peristiwa olahraga sedunia tersebut.

Pada tahun-tahun itu, pengakuan dunia atas kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia yang belum diperoleh, menjadi penghalang besar atlet-atlet Indonesia dalam usaha menuju London.

Paspor Indonesia pada saat itu tidak diakui oleh Pemerintah Inggris.

Di sisi lain, kenyataan bahwa atlet-atlet Indonesia hanya bisa berpartisipasi di London dengan memakai paspor Belanda tidak dapat diterima.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved