Breaking News:

Meski Tergerus Era Digital, Peminat Buku Lama Masih Banyak, Rerata Usia 30 Tahun Keatas

Terlihat sedikitnya peminat terutama untuk buku-buku lama, untuk buku-buku lama mayoritas peminatnya pada usia 30 tahun keatas.

Tribunjambi/Ade Setyawati
Toko Buku Hottong, Toko Buku Lama di Kota Jambi yang Berdiri Sejak 1987 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Semakin pesatnya kemajuan terknologi di era digital, terutama di kalangan millenial yang lebih dekat dengan smartphone.

Membuat minat membaca buku semakin berkurang terutama dikalangan anak-anak milenial, terlebih lagi untuk minat membaca pada buku-buku lama.

Terlihat sedikitnya peminat terutama untuk buku-buku lama, untuk buku-buku lama mayoritas peminatnya pada usia 30 tahun keatas.

Begini Reaksi tak Terduga Rizky Billar saat Ditanya Soal Hubungannya Dengan Lesti Kejora

Kekurangan Richard Kyle Dibongkar Jessica Iskandar, Siapa Sangka Dulu Pernah Tersandung Video Panas

Paket Data Internet Murah Telkomsel, 20 GB Cuma Rp 11 Ribu, Ketengan Mulai 2 Ribu, Ini Cara Aktivasi

"Peminat buku di sini, yang juga banyak menjual buku-buku lama, mayoritas dari umur 30 tahunan ke atas, kalau yang umur 20an sangat sedikit, bahkan bisa dihitung," jelas Sukarton anak pemilik Toko Buku Hottong, Senin (7/9/2020).

Ia juga mengatakan, meskipun begitu, peminat untuk buku-buku lama tetap ada, banyak juga yang memang mencari buku-buku lama ketimbang edisi buku-buku baru.

Penulis: Ade Setyawati
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved