Fadli Zon Desak Puan Maharani Minta Maaf ke Warga Minang: Itu Malah Akan Merugikan Diri Sendiri!

Mantan Wakil Ketua DPR RI ini menilai Puan hanya perlu meminta maaf kepada masyarakat yang tersinggung, atau setidaknya memberi klarifikasi.

Editor: Tommy Kurniawan
ist
Puan Maharani dan Fadli Zon 

TRIBUNJAMBI.COM - Nama Ketua DPR RI Puan Maharani mendadak jadi sorotan publik usai menyinggung masyarakat Minang di SUmatera Barat.

Akibatnya, Puan Maharani didesak untuk segera minta maaf atas ucapannya tersebut.

Bahkan Politisi Gerindra Fadli Zon ikut menyoroti pernyataan Puan Maharani yang menurutnya cukup blunder.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Kabar Petang di tvOne, Kamis (3/9/2020).

Diberitakan sebelumnya Puan Maharani menyampaikan pernyataan yang mengundang polemik, yakni "Mudah-mudahan Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila."

Kemudian Fadli Zon menilai pernyataan putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tersebut tidak tepat fakta dari faktor sejarah.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie Umumkan Dirinya Positif Terjangkit Virus Corona

Malangnya Nasib Pinkan Mambo, Sempat Jualan Pisang hingga Disiksa Debt Collector Akibat Banyak Utang

PDI-P Usung Anak Buah Risma, Kader Sendiri Tak Dipilih, Megawati: Tidak Ada Saya Membuang Whisnu

Krisdayanti Terdepak, Aurel Ngemis ke Ashanty Mau Dampinginya di Pelaminan, Istri Anang: Sedih!

Ia menegaskan tidak bermaksud mencari isu dengan membahas pernyataan Puan yang dinilai blunder tersebut.

"Ini bukan menggoreng. Saya kira dari diksinya saja sudah jelas, ada semacam keraguan," komentar Fadli Zon.

"Ini mungkin slip of the tounge, salah ucap atau salah bicara," lanjutnya.

Mantan Wakil Ketua DPR RI ini menilai Puan hanya perlu meminta maaf kepada masyarakat yang tersinggung, atau setidaknya memberi klarifikasi.

"Kalau ada salah ucap atau salah bicara, mudah saja, tinggal diralat. Kalau lebih jauh minta maaf," kata Fadli.

Fadli melanjutkan, argumentasi yang menuai keberatan dari banyak pihak itu justru menjadi blunder bagi sang Ketua DPR.

Apalagi pernyataan Puan menyangkut masyarakat Minang.

"Kalau misalnya mau mempertahankan argumentasi, saya kira itu akan merugikan diri sendiri," komentar politisi berdarah Minang ini.

"Orang Minang itu dikenal cukup kritis, egaliter, tidak feodal. Orang Minang tidak bisa disuruh apa kata ini harus diikuti," paparnya.

"Kalau salah, ya pasti dikoreksi. Wataknya bukan watak feodal," lanjut Fadli.

Ia membenarkan sikap kritis warga Minang pasti akan menyoroti pernyataan Puan.

"Jadi karena itu pasti akan kritis dalam melihat hal-hal seperti itu," tegasnya.

Fadli melanjutkan, justru ucapan Puan itu terkesan memancing perselisihan di antara masyarakat.

Ia menilai Puan terkesan meragukan sikap nasionalisme warga Sumbar.

"Saran saya justru pernyataan seperti ini yang bisa memicu pemecahbelahan. Bukan komentar seperti itu, tapi pernyataan seperti ini," jelas Fadli.

"Itu jelas sekali kalau diberikan ke pelajaran bahasa Indonesia artinya apa. Apakah ini ada keraguan atau apa?"

"Paling tidak, walaupun maksudnya berbeda atau salah pengucapan, diterimanya sudah berbeda," tambahnya.

Lihat videonya mulai menit 1:50

PKS Juga Desak Puan Maharani Minta Maaf

Desakan agar Puan Maharani minta maaf ke masyarakat Sumatera Barat juga datang dari PKS.

"Kami meminta Mbak Puan mencabut pernyataanya dan meminta maaf ke seluruh masyarakat Sumatera Barat khususnya kepada keluarga besar founding father bangsa ini," papar juru bicara PKS Handi Risza dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (2/9/2020), dikutip dari Tribunnews.com.

"Jangan pernah ragukan nasionalisme masyarakat Sumbar yang telah berjuang melahirkan Pancasila dan berkorban bagi Keutuhan NKRI," tutur Handi.

Handi menyebut Puan yang saat ini sebagai ketua DPR seakan lupa terhadap sosok pendiri bangsa dan penggagas Pancasila yang berasal dari Sumbar seperti Bung Hatta, Sutan Syahril, dan Tan Malaka.

"Ini menunjukkan Pancasila lahir dari kekayaan budaya dan pemikiran para leluhur kami," papar Handi yang berasal dari Sumbar.

Saat PDI Perjuangan mengumumkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pilkada Sumatera Barat, Puan menyelipkan harapan kepada provinsi tersebut.

"Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila. Bismillahirahmannirrahim," ucap Puan.

Diketahui, PDIP memajukan Mulyani dan Ali Mukhni untuk Pilgub Sumbar.

(TribunWow.com/Brigitta/Tribunnews.com)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul PKS Minta Puan Maharani Minta Maaf ke Masyarakat Sumbar

Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved