Harga TBS di Jambi Naik

Anjlok Saat Harga TBS Naik, Petani Sawit Tanjabtim Keluhkan Perbedaan Harga

Ketika kabupaten dan daerah tetangga mengalami kenaikan harga tandan buah segar (TBS), harga sawit di Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Fifi Suryani
Tribunjambi/Abdullah Usman
Tandan sawit segar di pelabuhan Muara Sabak usai bongkar muat untuk di jual ke pabrik. Harga TBS di Tanjabtim tidak mengalami perubahan justru mengalami penurunan harga. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Ketika kabupaten dan daerah tetangga mengalami kenaikan harga tandan buah segar (TBS), harga sawit di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) justru stagnan.

Harga TBS skala Provinsi Jambi sejak beberapa waktu terakhir menunjukkan tren yang positif. Keadaan tersebut menjadi angin segar bagi kalangan petani sawit.

Sayangnya kabar baik tersebut tidak sepenuhnya dirasakan oleh petani sawit yang berada di Kabupaten Tanjabtim.

Pasalnya meski ada kabar kenaikan harga TBS di Tanjabtim harga masih seperti hari biasa bahkan cenderung turun.

Seperti dikatakan Ikhsan petani sawit yang berada di Desa Lambur. Dengan adanya kenaikan TBS di Provinsi Jambi para petani sejatinya sudah mengetahui melalui informasi berita yang beredar.

Hanya saja, petani menyayangkan kenaikan tersebut tidak sampai di daerah mereka hanya sebatas informasi saja yang mereka terima.

"Yang ada malah mudur terus sekarang, kemarin paling tinggi harganya sampai Rp1.300 itu paling tinggi. Sekarang anjlok lagi hanya Rp1.150 per kilogram di petani," ujarnya, Selasa (1/9).

Sedangkan kabupaten atau daerah lainnya, lanjutnya bisa mencapai harga Rp1.700-1.800 per kilogram di pabrik. Untuk harga di ram sendiri hanya Rp1.475 saja.

"Di Muara Bulian saja misalnya, bisa mencapai Rp1.725," tambahnya.

Ketika disinggung faktor dan penyebabnya, para petani tidak tahu pasti hanya saja alasan klasik yang selalu disampaikan bahwa buah sawit hasil dari Tanjabtim tidak memiliki kualitas yang bagus (jelek).

Itu yang mengakibatkan harga anjlok di pasaran.

"Ada juga katanya karena faktor usia sawit yang belum maksimal dipanen sudah dipanen. Tapi di Tanjabtim juga banyak usia sawit yang sudah puluhan tahun dengan tinggi 7-8 meter hasil jual buahnya juga sama tidak jauh beda," jelasnya.

"Kalau sekarang sawit kecil (muda) pun sama dengan sawit tua harganya, tapi tidak dipungkiri jenis sawit Tanjabtim kurang bagus dari hasil minyaknya terbilang sedikit," tambahnya.

Para petani berharap, permasalahan ini agar segera mendapatkan solusi dari pihak pemerintah. Sehingga kedepan jika terjadi kenaikan harga TBS para petani Tanjabtim tidak hanya sekedar mendapat info dan jadi penonton saja.

Kualitas Bibit Buruk

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved