Breaking News:

Karhutla

2 Heli dan 60 Petugas Dikerahkan Padamkan Api di Desa Muntialo

Tim gabungan memadamkan api di lahan cetak sawah yang berada di RT 07 Dusun Karya Lestari, Desa Muntialo, Kecamatan Betara,

2 Heli dan 60 Petugas Dikerahkan Padamkan Api di Desa Muntialo
Tribunjambi/Samsul Bahri
Dandim 0419/Tanjab, Letkol Inf Erwan Susanto

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Tim gabungan memadamkan api di lahan cetak sawah yang berada di RT 07 Dusun Karya Lestari, Desa Muntialo, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Pemadaman tidak hanya dilakukan dari Satgas darat namun juga bersama Satgas Udara.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Tanjabbar, AKBP Guntur Saputro saat dikonfirmasi, Selasa (1/8).

Kapolres menyebutkan dalam upaya pemadaman lahan terbakar sekitar lima hektare tersebut dibantu dengan upaya water bombing.

"Pemadaman kebakaran kemarin di lokasi dibantu dengan helikopter water bombing BPBD Provinsi Jambi sebanyak 24 kali bombing. Jadi tidak hanya jalur darat, karena kita tidak mau nanti malah merembet ke mana-mana," sebutnya.

Sementara itu di jalur darat, setidaknya ada sekitar 60 orang yang terlibat. Satgas pemadaman gabungan terdiri dari TNI, Polri, Koramil, Manggala Agni, Tim dari WKS, dan masyarakat dikerahkan untuk melakukan pemadaman tersebut.

"Untuk peralatan kita gunakan empat unit mesin pemadaman. Ini dibantu juga dengan pihak dari PT WKS. Kemudian dua unit helikopter bombing kapasitas kantong air 4 ton milik BPBD Provinsi Jambi," ungkapnya.

Dandim: Jangan Membakar

Dandim 0419/Tanjab, Letkol Inf Erwan Susanto mengingatkan warganya untuk mewaspadai potensi dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah pandemi Covid-19.

Selain itu, Erwan juga meminta kepada masyarakat untuk tidak lagi menggunakan cara lama membuka lahan dengan cara membakar.

Terlebih saat ini sudah memasuki musim panas, diharapkan Erwan tidak ada lagi kasus kebakaran seperti tahun lalu.

"Kita harapkan tidak ada lagi masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar. Ubah mindset bakar lahan itu, karena dampaknya sudah kita rasakan tahun lalu dan kira berharap tahun ini tidak terjadi," harapnya, Selasa (1/9).

Erwan yang juga ikut melakukan pemadaman kebakaran di Desa muntialo, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjabbar, Senin (31/8) mengatakan, Kecamatan Betara satu diantara daerah rawan Karhutla.

Selain itu, Kecamatan Betara juga dikenal memiliki lahan gambut.

"Lahan gambut ini yang sangat rawan terbakar. Pemadamannya pun sangat sulit. Untuk itu kita minta masyarkat jangan membakar. Soal pidana juga sudah jelas," pungkasnya.

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved