Pemakaman Jenazah Covid

Mengubur Jenazah Pasien Positif Rapid Test, Jadi Pengalaman Baru Bripda Heri Setiawan

Pasien yang terkonfirmasi positif rapid test berinisial MR (35) itu meninggal dan dimakamkan di pemakaman khusus Covid-19 di Tanjabbar.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Samsul Bahri
Bripda Heri Setiawan, Ajudan Kapolres Tanjabbar 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Kasus meninggalnya pasien positif rapid test di Kabupaten Tanjabbar menjadi satu contoh evaluasi bagi Satgas Covid-19 Tanjabbar.

Pasien positif rapid test berinisial MR (35) itu meninggal dan dimakamkan di pemakaman khusus Covid-19 di Tanjabbar.

Jenazah sempat tertunda pemakamannya hingga dua jam lantaran tidak ada tim petugas penguburan jenazah.

Warga di Palembang Antre Berburu Kamar Hotel Berbintang yang Dijual Murah, 10 Ribu Tiket Tersedia

VIDEO Detik-detik Menegangkan Bayi 3 Tahun Terseret Layang-layang dan Terbang

Polres Tanjabbar Coffe Morning Bersama Wartawan, Kapolres Berharap Polri dan Pers Terus Bersinergi

Hingga akhirnya, pahlawan kemanusiaan dadakan secara suka rela menguburkan jenazah dengan keterbatasan alat dan APD.

Mereka adalah Kapolres Tanjabbar dan ajudannya dan lainnya.

Bripka Heri Setiawan (25) Ajudan Kapolres Tanjabbar, satu diantara delapan pahlawan kemanusiaan yang turun langsung ikut dalam proses penguburan jenazah.

Ia menyebut, hal itu merupakan pengalaman baru bagi dirinya ikut dalam penguburan jenazah pasien positif rapid test.

Saat itu, dirinya merupakan paling muda dari tujuh orang lainnya. Terlintas di pikirannya hanya ingin menolong petugas dadakan lainnya agar proses pemakaman cepat selesai.

Soal jenazah merupakan pasien dengan riwayat positif rapid test, pun tidak lagi terbesit di pikirannya.

"Saya waktu itu nggak kepikiran saya bakal terkena virus atau apanya lah, yang saya pikir gimana proses pemakaman ini cepat selesai," kata Bripda Heri Setiawan.

"Dan bagaimana saya bisa sedikit membantu meringankan kerjaan bapak-bapak dan ibu-ibu itu. karena cuma sedikit dan beberapa orang saja yang ikut memakamkan jenazah itu," sambungnya.

Soal kekhawatiran diakui oleh Bripda Heri Setiawan itu ada. Menurutnya hal itu manusia, bahkan tujuh petugas lainnya juga merasakan hal manusiawi tersebut.

Namun hal itu Ia kesampingkan, karena menurutnya menjadi kewajiban bagi dirinya untuk ikut dalam proses penguburan jenazah, terlebih dengan kondisi petugas yang sedikit

"Cuma waktu itu perbedaan di Jenazah yang positif rapid test. Toh, intinya dia tetap manusia ciptaan tuhan, hanya saja sudah meninggal dunia. Tidak ada bedanya dengan kita yang nantinya juga akan meninggal dunia," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved