Breaking News:

Karhutla di Jambi

Dandim 0420/Sarko Sebut Sudah 112 Hektare Lahan di Sarolangun Terbakar

Dandim 0420/Sarko, Letkol Inf Tomy Radya Diansyah Lubis, mengatakan hingga kini hotspot kurang lebih ada 57 titik. Yang mana, kondisi lahan hotspot me

Tribunjambi/wahyu
Dandim Sarko dan Kapolres Sarolangun saat wawancara dengan awak media. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Sarolangun terpantau sudah ada puluhan hotspot.

Dandim 0420/Sarko, Letkol Inf Tomy Radya Diansyah Lubis, mengatakan hingga kini hotspot kurang lebih ada 57 titik. Yang mana, kondisi lahan hotspot merupakan lahan mineral.

Untuk luas lahan yang sudah terbakar hingga kini terdata 112 hektare lahan terbakar.

Pemkab Sarolangun Launcing Program Andalannya untuk Ketahanan Pangan di Masa Pandemi

Jembatan Penghubung di Nipah Panjang Termakan Usia, Tahun Ini Pihak Kelurahan Ajukan Perbaikan

Tak Hanya ATM, Komplotan Pencuri Juga Gasak Barang di Alfamart Senilai Rp 25 Juta

"Di wilayah Sarolangun ada beberapa lokasi yang sering terhadi titik api yang semua lahan masyarakat. Wilayah titik api yang cukup besar seperti bathin VIII, Mandiangin, Pelawan, Singkut," katanya, Senin (31/8/2020).

Lanjutnya, berdasarkan BMKG bahwa sampai pada September nanti diperkirakan terjadinya musim kemarau.

Maka dari itu, ia mengimbau kepada masyarakat ataupun pihak perusahaan yang mempunyai lahan agar jangan membukanya dengan cara membakar.

"Karena bukan hanya kebun yang bersangkutan saja, tapi akan berefek pada lahan yang lainnya," katanya.

Untuk meminimalisir terjadinya dampak karhutla, pihaknya TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan Satgas Karhutla tetap melakukan sosialisasi.

Dan melakukan pemadaman apabila memang ada lahan yang harus butuh pemadaman.

"apabila ada beberapa titik api akan dilaksanakan pemadaman," ujarnya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved