Breaking News:

Positif Corona Jambi Tambah

Belajar Saat Pandemi Covid-19, Teras Rumah Siswa SMPN 2 Sarolangun Ini Jadi Miniatur Laboratorium

Seperti pada pembelajaran tentang menghitung besaran turunan melalui menghitung luas daun. Ia menugaskan siswa Kelas VII B untuk dapat menemukan salah

ist
Rifi Mirza Narapati, siswa SMPN 2 Sarolangun memanfaatkan teras rumahnya sebagai laboratorium pembelajaran selama daring. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Perawati, guru IPA SMPN 2 Sarolangun, Jambi, kerap mendorong para siswanya belajar menjadi penemu. Termasuk di saat pembelajaran yang dilaksanakan secara jarak jauh (daring) karena pandemi Covid-19.

Seperti pada pembelajaran tentang menghitung besaran turunan melalui menghitung luas daun. Ia menugaskan siswa kelas VII B untuk dapat menemukan salah satu besaran turunan adalah luas dengan satuan m kuadrat.

Setelah Perawati mengawali pembelajaran dengan memberikan penjelasan apa itu menghitung besaran turunan. Ia meneruskan dengan memperlihatkan video pembelajaran yang telah ia buat sebelumnya.

Chat Mesra Sekda Bondowoso dan Dokter Gigi, Berawal Curhat Cerai, Hingga Saifullah Dinonaktifkan

Ustadz Abdul Somad Ungkap Pendapatan dari Video Ceramah, Jumlahnya Fantastis, Habis Untuk Ini

Ketua KPK: Media Siber Alat Kampanye Efektif Diseminasi Literasi Anti Korupsi

“Pembelajarannya kan melalui Zoom berkat pelatihan dari Program PINTAR Tanoto Foundation, sehingga saya bisa mengaplikasikannya kepada siswa saya,” ujar Perawati yang juga fasilitator Tanoto Foundation Kabupaten Sarolangun, Kamis (27/8/2020).

Kemudian, setelah membuat bahan bacaan yang akan diajarkan, Perawati memfoto terlebih dahulu dan membagikannya ke grup WhatsApp kelas.

“Setelah difoto saya bagikan ke grup kelas agar dibaca terlebih dahulu oleh siswa saya,” ujarnya.

Tiba saatnya pembelajaran, Perawati mengabsen satu persatu siswanya melalui Zoom. Hal ini penting ia lakukan agar tidak ada siswa yang ketinggalan.

“Nah setelah itu saya memutar video, karena dengan video siswa lebih menarik tentang pembelajaran menghitung besaran turunan melalui menghitung luas daun,” tambahnya.

Yang menarik dari pembelajaran ini adalah siswa diberikan kebebasan untuk mendapatkan daun yang ada di sekitar rumah, sehingga pada saat presentasi pun akan berbeda-beda hasilnya.

Alat dan bahan yang digunakan memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di rumah seperti daun, benang, kertas bekas, sisir, sikat gigi, pensil warna, penggaris, dan lem.

“Siswa bisa menggunakan centi atau mili tergantung ukuran daun. Hampir semua siswa menggunakan centi karena pengukuran menggunakan penggaris,” ujarnya.

Adapun caranya adalah siapkan alat dan bahannya, kemudian letakkan sebuah daun di atas kertas, gosokkan sikat gigi yang ada pewarnanya di atas, lalu sisir sehingga membentuk pola daun, angkat daun dari kertas dan keringkan.

Kemudian ambil benang yang telah diolesi lem sedikit dan tempelkan ke pola daun dengan mempertemukan kedua ujungnya dan potong sisa benang. Lepaskan benang dan lipat menjadi 4 lalu ukur panjang menggunakan mistar yang nantinya akan dijadikan salah satu sisi daun.

“Jadi untuk mendapatkan luas daun adalah L = sxs, jika panjang salah satu sisi 5 cm maka luas daun 25 cm,” kata Rifi Mirza Narapati, salah seorang siswa.

Kini walaupun pembelajaran dilaksanakan dari rumah, Rifi tetap senang dengan belajar aktif yang dilakukan gurunya. Rifi memanfaatkan teras rumahnya untuk menjadi miniatur laboratorium.

“Senang dan bersemangat, walaupun belajar dari rumah,” pungkas Rifi.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved