Musim Kemarau, Tinggi Air Sungai Batanghari Hanya 8,70 Meter

Akibat musim kemarau, membuat ketinggian air Sungai Batanghari mulai menyusut.

Editor: Rahimin
tribunjambi/hendro
Kondisi air Sungai Batanghari yang mulai keruh, Rabu (26/8/2020) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Beberapa hari belakangan ini di Kota Jambi belum diguyur hujan. Akibat musim kemarau, membuat ketinggian air Sungai Batanghari mulai menyusut.

Pantaun Tribun, Rabu (26/08/2020) siang, ketinggian air terpantau hanya mencapai 8,70 meter. Kondisi ini jauh di bawah normal.

"Hari ini tinggi air sungai Batanghari hanya 8,70 meter, jauh di bawah normal," kata Syahruddin, Koordinator Pos Pemantau Sungai Batanghari, di Kawasan Ancol, Kota Jambi.

Harga Emas di Kota Jambi Naik Drastis, Segini Besarannya

Riza Pilih Jualan Masker di Kawasan Sipin Saat Pandemi Covid-19, Sehari Pernah Laku 10 Lusin

Jual Cendol di Tugu Keris Selama Musim Kemarau, Sehari Hamimi Raup Keuntungan Besar

Ketinggian ini pun menurutnya terus menurun, dibandingkan hari sebelumnya. Bahkan berpotensi kembali menurun di hari berikutnya. "Kalau kemarin masih 8,85 meter," ujarnya.

Syahruddin menuturkan, ketinggian air sungai dikatakan normal jika berada diangka 10 meter.

Akibat turunnya ketinggian air sungai, menyebabkan sumur-sumur warga yang berdekatan dengan kawasan DAS Batanghari, seperti di Kecamatan Jelutung dan Telanaipura, Kota Jambi mulai kering.

"Banyak warga di kedua kecamatan itu mengeluhkan keringnya air sumur seiring turunnya debit Sungai Batanghari,” katanya.

Tak hanya mengering, Syahruddin mengatakan, kondisi air Batanghari saat lebih juga semakin keruh dan terlihat kotor.

"Iya, semakin kering semakin keruh, masyarakat yang sehari-hari memanfaatkan air sungai juga harus waspada kesehatan," katanya lagi.

AC Milan Perpanjang Kontrak Zlatan Ibrahimovich dengan Gaji Tinggi, Tapi Syarat Ini Harus Terpenuhi

Hasil Survei Charta Politika Fachrori Peringkat Terbawah, Tim Pemenangan Sebut Ada Upaya Pelemahan

Seorang Nenek Tewas Ditangan Anak dan Menantunya, Kemudian Korban Digantung di Pohon Rambutan

Sementara, menurut Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Jambi, Dwi Nanto, keringnya air sungai Batanghari disebabkan beberapa faktor.

Selain dipengaruhi kondisi cuaca yang kemarau, air sungai Batanghari yang saat ini mulai mengering juga dipengaruhi oleh fungsi alami di wilayah hulu yang sudah mengalami kerusakan.

Sungai Batanghari
Sungai Batanghari (tribunjambi/zulkifli)

"Fungsi alami tersebut adalah, terkait daya dukung dan daya tampung alam di wilayah hulu yang seharusnya bisa menjalankan fungsinya, untuk melakukan manajemen air secara alami," kata Dwi, ketika dihubungi melalui sambungan telepon.

Dwi meminta, peran aktif pemerintah untuk mengambil langkah-langkah terkait ancaman kekurangan air bersih di Kota Jambi.

SESAAT LAGI! Nonton Live Streaming Mata Najwa Trans 7, Bakal Kupas Tragedi Kebakaran Gedung Kejagung

Menteri Nadiem Makarim Jawab Soal Isu Wajib Militer Buat Mahasiswa, Bisa Diikuti Satu Semester

Sosok Wanita yang Tertangkap Bersama Oknum Seragam Kemenhub Bawa Sabu, Kadang Jadi Teman Tidur?

"Pemerintah harus memiliki strategi lain dalam penyediaan air bersih, jika stok air di sungai batanghari benar-benar devisit," ujarnya.

"Ini karena penyediaan air bersih di Kota Jambi sumbernya dari Sungai Batanghari," pungkasnya.

(hendro herlambang/tribunjambi.com)

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved