Berita Bungo

Satu Alat Berat PETI Dibakar Massa Saat Penyisiran Sungai Batang Tebo

Penyisiran dilakukan untuk mencari dan memusnahkan alat Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) yang sangat meresahkan warga yang ada di bantaran sungai Bata

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Alat berat PETI di Sungai Batang Tebo, Bungo dibakar massa. 

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO - Puluhan warga dari Kecamatan Bathin II Pelayang melakukan penyisiran di hulu Sungai Batang Tebo tepatnya di wilayah Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Minggu (23/8/2020).

Penyisiran dilakukan untuk mencari dan memusnahkan alat Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) yang sangat meresahkan warga yang ada di bantaran Sungai Batang Tebo. Sebab banyak dampak yang sangat dirasakan akibat dampak yang merusak lingkungan tersebut.

Akibat dari adanya aktivitas PETI tersebut, Sungai Batang Tebo tak lagi jernih dan tidak lagi bisa dimanfaatkan untuk keperluan masyarakat sehari-hari.

Ambisi Kuat dari KB Kookmin Bank untuk Ambil Alih Bank Bukopin Dalam RUPSLB 25 Agustus

Posenya Pakai Baju Tidur Dinilai Mirip Bintang Film Panas, Bunga Zainal Emosi: Mulutnya Emang Kotor!

Lowongan Kerja PT Amerta Indah Otsuka Minimal Lulusan D3, Cek Persyaratan Lengkapnya

Beberapa upaya sudah dilakukan, baik dari pihak Polsek Limbur Lubuk Mengkuang yang turun ke lokasi hingga pihak Kecamatan. Namun, semua hasilnya sama-sama nihil.

Kini, tindakan langsung diambil alih oleh masyarakat. Dengan perlengkapan seadanya masyarakat berhasil menemukan satu alat berat di lokasi tambang ilegal.

Masyarakat langsung memusnahkan alat berat tersebut dengan cara dibakar.

Asisten II Setda Bungo, Saiful Azhar yang ikut turun langsung ke lokasi saat dikonfirmasi menyebutkan pada penyisiran tersebut masyarakat berhasil menemukan dua lokasi PETI.

Dia mengungkapkan alat berat yang ditemukan oleh masyarakat dilokasi kedua dan langsung dibakar ditempat.

"Sedang disembunyikan, Alat ditemukan disemak-semak oleh masyarakat dilokasi kedua,"ungkapnya saat dikonfirmasi awak media, Minggu (23/8/2020) malam.

Sementara saat dikonfirmasi oleh tribunjambi.com, Kapolsek Limbur Lubuk Mengkuang membenarkan adanya penyisiran tersebut. Namun untuk keterangan, pihaknya menyarankan untuk konfirmasi melalui Paur Humas Polres Bungo, Iptu M. Nur.

Kepada awak media, Paur Humas tidak membantah adanya razia oleh masyarakat tersebut. Namun dia tidak memberikan keterangan lebih lanjut atas operasi itu, sebab dia mengatakan hal itu dibawah naungan pemerintah daerah Bungo.

Sehingga dia menyarankan agar dikonfirmasi langsung kepada yang bersangkutan.

"Itu kegiatan tim langsung dibawah pimpinan Pemda," katanya singkat melalui sambungan telepon, Minggu (23/8/2020) malam.

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved