Breaking News:

Karhutla di Jambi

Sepekan Terakhir Terpantau 20 Titik Api, Status Siaga Darurat Karhutla di Sarolangun Diberlakukan

Hal tersebut seiring dengan bertambahnya titik api di sejumlah lokasi dan mulai menunjukan peningkatan.

Tribunjambi/wahyu
Karhutla di Sarolangun sepekan terakhir. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Saat ini status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sarolangun mulai diberlakukan.

Hal tersebut seiring dengan bertambahnya titik api di sejumlah lokasi dan mulai menunjukan peningkatan.

Tak hanya itu, cuaca panas di wilayah itu mulai terjadi dan dirasakan setiap orang.

Demi Belikan Kaos Untuk Sang Istri Tercinta, Pemuda ini Nekat Curi Motor

Kemarau Mulai Memanas, Kabupaten Tanjabtim Bersiap Antisipasi Karhutla Sejak Dini

VIDEO 73 Persen Masyarakat Percaya Jokowi Mampu Membawa Indonesia Keluar dari Krisis Ekonomi

Dari data BPBD Sarolangun, bahwa ternyata musim kemarau saat ini mulai berlangsung.

Hingga saat ini, terdapat puluhan titik hotspot kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sarolangun.

Yen Aswadi Kabid kedaruratan dan logistik BPBD kabupaten Sarolangun menyampaikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BMKG Jambi.

Bahwa Kabupaten Sarolangun sejak Bulan Januari terpantau sebanyak 50 titik api dan sepekan terakhir terpantau sedikitnya 20 titik api.

Dengan begitu, tim satgas Karhutla Kabupaten Sarolangun telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi karhutla pada musim kemarau ini.

"Iya kita sejak Januari terdapat 50 titik api dan dalam sepekan 20 titik api terpantau" kata Yen, Minggu (23/8/2020).

Selain itu, kata Yen Aswadi, puluhan titik hotspot terpantau seperti di Kecamatan Bathin VIII. Titik hotspot tersebut ternyata sudah menimbulkan kebakaran hutan dan lahan milik masyarakat.

Sambung Yen aswadi, dengan tingginya dan semakin bertambah jumlah titik api.

Kebakaran hutan masih akan menjadi ancaman. Sebab katanya, hingga saat ini karhutla masih berpotensi sangat tinggi karena cuaca saat ini sangat panas dirasakan.

"Dari data BMKG juga, tahun ini musim kemarau lebih panas dibanding tahun sebelumnya," ujarnya.

Oleh karen itu, ia meminta agar semua pihak, termasuk Camat dan Kepala Desa maupun Lurah dapat mensosialisasikan kepada warga agar tidak meluaskan lahan dengan cara membakar.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved