VIDEO Viral Ribuan Orang Pesta Kolam Renang di Wuhan, Padahal Dulu Jadi Pusat Pandemi, Dikecam Dunia

Video tersebut menunjukkan ribuan orang saling berdesakan dan tidak menggunakan masker bersenang-senang menikmati pesta kolam renang

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Channel YouTube South China Morning Post
Baru-baru ini viral sebuah video yang menunjukkan konser dipenuhi lautan manusia di Taman Air Pantai Maya, Wuhan, China. 

TRIBUNJAMBI.COM - Sebuah video menjadi viral karena menunjukkan konser dipenuhi lautan manusia di Taman Air Pantai Maya, Wuhan, China pada Sabtu (15/8/2020).

Video tersebut menunjukkan ribuan orang saling berdesakan dan tidak menggunakan masker bersenang-senang menikmati pesta kolam renang, padahal saat ini masih dalam pandemi corona.

Akibatnya, pesta itu mendapat hujatan dari seluruh dunia.

Semakin Terlihat Mesra, Anya Geraldine Geram Disebut Putus Sama Ovi Rangkuti Gara-gara Rizky Febian

Skor Sementara Babak Pertama Final Liga Europa Inter Vs Sevilla Live Streaming Siaran Langsung

tribunnews
Baru-baru ini viral sebuah video yang menunjukkan konser dipenuhi lautan manusia di Taman Air Pantai Maya, Wuhan, China. (Channel YouTube South China Morning Post)

Pesta itu dianggap sebagai tanda kemenangan strategis melawan wabah Covid-19.

Postingan-postingan tersebut sebagai bukti pendekatan negara China melakukan pengendalian virus telah berhasil.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian membenarkan bahwa orang Eropa dan Amerika terkejut melihat video tersebut.

"Saya melihat laporan relevan oleh AFP, dan dikatakan bahwa orang-orang di Eropa dan Amerika sangat terkejut," kata Zhao.

"Ini menunjukkan bahwa Wuhan telah memenangkan kemenangan strategis dalam perangnya melawan epidemi," imbuhnya.

Sementara itu sebelumnya China sendiri sudah mendapat kecaman dari sejumlah negara lantaran dianggap menutupi kasus Covid-19.

Namun, Pemerintah China juga membantah tudingan tersebut.

Mereka mengklaim mereka telah menangani wabah tersebut dengan baik.

Zhao meminta negara-negara yang menuduhnya melihat bagaimana perjuangan keras pemerintah China dalam menghapi wabah.

"Melaporkan situasi sebenarnya di China" sehingga orang-orang di luar negeri dapat memahami perjuangan negara itu melawan epidemi," kata dia.

Sementara itu, Wuhan diklaim tidak memiliki kasus pertambahan Virus Corona baru selama tiga bulan terakhir.

Lockdown selama 76 hari disebut-sebut sebagai kunci keberhasilan Wuhan menekan pertumbuhan Covid-19.

Halaman
123
Sumber: Tribun Sumsel
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved