Breaking News:

Tahun Baru Islam

Peringatan Tahun Baru Islam di Sarolangun, Jumlah Jemaah Dibatasi

Memperingati Tahun Baru Islam 1442 Hijriah, Pemkab Sarolangun gelar zikir dan doa bersama, Rabu (19/8) malam di di Masjid Agung Asulthon.

TRIBUN JAMBI/WAHYU HERLIYANTO
Jamaah duduk dengan posisi berjarak pada Peringatan Tahun Baru Islam 1442 Hijriah yang digelar Pemkab Sarolangun. Acara diisi dengan zikir dan doa bersama, Rabu (19/8) malam di di Masjid Agung Asulthon. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Memperingati Tahun Baru Islam 1442 Hijriah, Pemkab Sarolangun gelar zikir dan doa bersama, Rabu (19/8) malam di di Masjid Agung Asulthon.

Hadir Wakil Bupati Sarolangun, Hilalatil Badri, Forkopimda dan jajaran hingga masyarakat.

Hilal menyebut pada peringatan tahun baru Islam tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Dikarenakan dalam pandemi Covid-19 kegiatan yang bersifat perkumpulan dibatasi.

"Sehingga untuk jumlah jamaah yang hadirpun memang dibatasi, dan kegiatan seperti pawai seperti yang sebelumnya memang tidak digelar," katanya.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak semua masyarakat untuk sama-sama bermunajat kepada Allah Swt agar pandemi Covid-19 di negeri ini segera berakhir.

Tidak keluyuran

Wabup Hilal pada kesempatan itu juga mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak memanfaatkan momentum libur Tahun Baru Islam 1442 Hijriah dengan libur dan cuti bersama pada Jumat (21/8).

Maka dari itu, total libur tersebut ada empat hari dan diharapkan para ASN dilarang keluar kota dan tidak keluyuran. Biasanya, para ASN memanfaatkan liburan dengan mengisinya untuk pergi keluar kota, entah itu wisata dan lainnya.

Namun hal ini tidak disarankan karena meminimalisir penyebaran Covid-19.

"Bagi ASN dan warga Sarolangun yang berencana keluar daerah untuk mengisi libur panjang dengan mengunjungi objek wisata, kita minta untuk bisa menahan diri dulu," ujar Wabup. Pada masa pandemi saat ini masih rawan untuk bepergian keluar daerah terutama ke wilayah zona merah. Hal ini guna menghindari kekhawatiran dari penyebaran Covid-19.

Karena, kita tidak tahu tempat yang akan kita datangi tersebut dan dengan siapa kita berinteraksi.
Apakah ada yang sudah terpapar (Covid-19), apalagi jika objek wisata tempat banyaknya orang berkumpul dari daerah lain.

"Jangan sampai kita pergi sehat, pas pulangnya membawa virus dan membahayakan warga yang lain," katanya.
Ia mengharapkan agar warga mengisi libur dengan kegiatan yang bermanfaat di rumah.

Di samping itu juga pada awal bulan muharam ini untuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved